Lebaran CDN

Budidaya Kaktus, Mudah dan Menguntungkan

Editor: Makmun Hidayat

BANDUNG — Selama masa pandemi Covid-19, tidak sedikit orang membuat aktivitas baru yang produktif dan menyenangkan di rumah. Farhat (52) salah satunya. Warga Desa Mandalasari, Cikancung, Kabupaten Badung itu sejak delapan bulan terakhir mulai menggeluti budidaya tanaman kaktus.

Semula ia mengaku hanya suka melihat kaktus. Kemudian karena waktu luang di rumah yang banyak selama pandemi, ia pun mencoba melakukan budidaya tanaman hias tersebut untuk mengisi waktu.

“Kebetulan ada teman yang nawarin budidaya kaktus, dia punya banyak bibitnya. Tanpa pikir panjang, karena saya suka kaktus, ya saya iyakan tawaran itu. Saya pertama di kasih sekitar 30 bibit kaktus beragam jenis,” ujar Farhat kepada Cendana News, Senin (19/4/2021) di tempat budidayanya.

Setelah mendapat bibit, Farhat kemudian membangun greenhouse berukuran kecil sebagai tempat budidaya, sehingga kondisi cuaca bisa lebih dikendalikan. Pasalnya, kaktus lebih suka berada di dalam suhu yang tinggi.

“Bikin greenhouse ini saya habis Rp4 jutaan. Saya berani keluar modal karena saat itu saya sudah yakin bisa dan serius menjalani budidaya ini,” Farhat.

Farhat (52), warga Desa Mandalasari, Cikancung, Kabupaten Badung sedang menyirami tanaman kaktus yang ia budidaya di dalam greenhouse depan rumahnya, Senin (19/4/2021). -Foto Amar Faizal Haidar

Menurut Farhat, cara merawat kaktus sangat mudah, tidak membutuhkan obat macam-macam, cukup secara rutin disirami air maksimal seminggu dua kali.

“Jangan terlalu sering disiram, dia justru akan rusak. Bagusnya malah seminggu sekali lah, kita sesuaikan saja dengan kondisi kaktusnya. Kalau udah mulai kering, ya disiram, yang penting jangan sering,” jelas Farhat.

Dari 30 bibit, kini Farhat sudah memiliki lebih dari 500 pot kaktus di dalam greenhouse . Dari semula hanya budidaya kecil, sekarang ia bisa meraup keuntungan cukup besar dari kaktus.

Farhat menjelaskan, jenis kaktus yang sering dijualnya yaitu kaktus gymno calisium yang dibanderol dengan harga Rp40.000-Rp200.000, kaktus cowboy Rp80.000-Rp100.000, dan kaktus biasa (sukulen) Rp3.500 per pot dan ukuran dari S hingga XXL. Serta, dirinya pun menjual kaktus berupa rangkaian sesuai kebutuhan.

“Alhamdulillah, ini hobi yang jadi bisnis. Berkah dari pandemi. Jadi memang pandemi bikin susah, tapi kalau kita teliti dan bisa baca peluang, justru banyak kesempatan di masa seperti ini,” papar Farhat.

Di tempat yang sama, Andri, mitra kerja Farhat juga mengaku mendapat keuntungan dari budidaya kaktus. Ia mengatakan ebih banyak bergerak di sektor pemasaran.

“Kita mainnya di online. Selama ini penjualannya bagus, mungkin karena sedang tren sekarang ini tanaman hias, jadi penjualan ikut terdongkrak,” kata Andri.

Dalam mengirim kaktus, ia menyatakan hanya dengan cara dibungkus memakai tisu serta packing menggunakan kardus, tanaman hias ini akan tahan hingga 1-2 minggu tanpa menggunakan media tanam.

“Kalau mau beli bisa buka di e-commerce apa saja, tinggal cari Farhat Kaktus, insyaallah harga bersahabat, kualitas terjamin,” pungkas Andri.

Lihat juga...