Lebaran CDN

Budidaya Kelapa Berbagai Kultivar Penuhi Pasokan Janur dan Buah

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Kebutuhan bagian tanaman kelapa meningkat jelang hari khusus keagamaan. Permintaan bagian tanaman kelapa diakui Putu Wastian, warga Desa Bangunrejo, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan. Ia mengaku komoditas pertanian kelapa mendukung berbagai kebutuhan sosial, ekonomi dan ritual keagamaan.

Kultivar yang banyak dibudidayakan sebut Putu Wastian dominan kelapa gading Bali. Kultivar itu sebutnya banyak dipergunakan warga untuk kebutuhan sesaji, pembuatan canang. Saat kelapa sudah tua bagian daging buah bisa dimanfaatkan sebagai bumbu dapur. Selain menanam kultivar gading Bali petani juga mengembangkan kelapa dalam, kelapa hijau dan wulung.

Kelapa sebagai komoditas pertanian sebut Putu Wastian dikembangkan secara generatif. Penggunaan bibit kelapa yang tua untuk benih jadi cara perbanyakan tanaman. Mudahnya menanam kelapa menjadikan petani memanfaatkan pekarangan, tepi jalan hingga kebun untuk budidaya. Hasil panen kelapa dijual dalam bentuk buah muda hingga tua.

“Budidaya tanaman kelapa yang mudah menjadikan komoditas pertanian banyak dimiliki petani sebagai bahan untuk sejumlah keperluan, pilihan menanam benih banyak dilakukan pada kultivar genjah yang berciri khas cepat berbuah dengan ukuran pohon pendek,” terang Putu Wastian saat ditemui Cendana News, Senin (12/4/2021).

Putu Wastian, salah satu warga di Desa Bangunrejo, Kecamatan Ketapang, Lampung Selatan memanfaatkan janur untuk pembuatan penjor, Senin (12/4/2021). -Foto Henk Widi

Mendekati bulan suci Ramadan dan hari suci Galungan Putu Wastian bilang permintaan janur, kelapa muda dominan. Janur banyak digunakan untuk tradisi pembuatan ketupat oleh umat Muslim sebelum ramadan. Bagi umat Hindu yang akan merayakan Galungan Rabu (14/4) memerlukan janur untuk canang atau tempat sesaji dan penjor. Penuhi kebutuhan petani memilih menanam pohon kelapa dalam jumlah banyak.

Peremajaan tanaman kelapa sebut Ketut Wiryaningsih sangat penting. Pasalnya untuk jenis kelapa yang hanya diambil bagian janur berpotensi tidak produktif. Kultivar kelapa yang akan dipergunakan untuk diambil bagian janur harus disiapkan khusus. Di lahan kebun miliknya proses pengambilan janur juga memperhitungkan keberlanjutan tanaman.

“Satu pohon hanya boleh diambil bagian janur sekali dan dipilah agar tetap produktif,”ulasnya.

Ketut Wiryaningsih mengaku komoditas kelapa tidak saja memiliki nilai ekonomis tapi filosofis. Semua bagian tanaman yang berguna membuat budidaya kelapa wajib dilakukan. Terlebih bagi umat Hindu yang membuat canang atau sesaji daun janur kelapa penting digunakan. Penanaman kelapa dilakukan olehnya memanfaatkan lahan kebun, pekarangan dengan sistem peremajaan berkelanjutan.

Suwarna, petani di Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan menyebut komoditas kelapa jadi tanaman sela. Ia mengaku tanaman kelapa dibudidayakan petani di pekarangan, sawah dan kebun. Keterbatasan lahan berimbas petani memilih menanam kelapa bersama komoditas lain seperti jagung, pisang. Tanaman kelapa untuk kebutuhan jamur, buah kelapa muda dan tua didominasi kultivar hijau dan merah.

“Bibit yang digunakan untuk sistem perbanyakan generatif mulai diganti kultivar genjah agar cepat berbuah,” cetusnya.

Sejumlah tanaman yang tidak produktif bagian buah masih tetap bisa dimanfaatkan petani bagian janur. Suwarna mengaku buah kelapa bisa dijual dalam kondisi muda mulai harga Rp4.000 per butir. Kelapa dalam kondisi tua per butir bisa dijual seharga Rp3.000 per butir. Jenis janur untuk kebutuhan pembuatan kulit ketupat, canang dijual Rp35.000 per ikat.

Budidaya kelapa berbagai kultivar sebut Suwarna perlu dilakukan. Sebab tanpa adanya peremajaan sejumlah kultivar kelapa akan berkurang. Pemanfaatan lahan terbatas bisa digunakan untuk menanam pohon kelapa. Pemilihan jenis genjah akan lebih efisien dengan batang yang cukup pendek. Selain sebagai penghias halaman tanaman kelapa bisa dimanfaatkan bagian buah.

Lihat juga...