Lebaran CDN

Bukan Penyakit, Jangan Panik Jika Bayi Anda Gumoh

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JAKARTA — Bagi orang tua baru, melihat bayinya muntah pasca meminum susu formula atau ASI, pasti panik. Tapi, muntah yang terjadi pada anak yang tidak rewel, ternyata tidak berbahaya. 

Konsultan Gastrohepatologi RS Pondok Indah dr. Frieda Handayani, SpA(K) menjelaskan jejadian ini dikenal sebagai gumoh oleh masyarakat atau yang dalam bahasa medisnya disebut sebagai Gastroesofageal reflux (GER) adalah suatu kondisi dimana terjadi aliran balik isi lambung ke kerongkongan.

“Ini bukan penyakit. Terjadi karena cincin atau katup kerongkongan menuju lambung masih lemah pada bayi. Sehingga bila isi lambung terlalu banyak atau ada tekanan pada lambung, maka terjadi aliran balik, hingga makanan keluar dari mulut, bahkan terkadang dari hidung juga,” kata Frieda saat dihubungi, Jumat (30/4/2021).

Ia menyatakan para orang tua tak perlu cemas dengan kondisi gumoh yang terjadi pada bayi.

“Kondisi ini biasa terjadi pada bayi berusia 2-3 minggu hingga puncaknya pada usia 4-5 bulan. Setelah 9-12 bulan akan mulai hilang dengan sendirinya karena saluran cerna bagian atas bayi sudah matang,” ucapnya.

Gumoh akan hilang secara sempurna pada sekitar umur 18-20 bulan atau saat kepala bayi sudah mulai kokoh dan tegak sendiri tanpa ditopang.

“Jika bayi sudah duduk sendiri dan mendapatkan MPASI, biasanya juga sudah mulai berkurang kejadian GER ini,” ucapnya lagi.

Untuk membedakan kejadian gumoh dengan muntah, dr. Frieda menyebut dapat dilihat dari kondisi bayi.

“Kalau gumoh itu biasanya easy flow. Artinya tidak ada usaha, tidak ada kontraksi otot. Bayi lagi ketawa misalnya, tiba-tiba gumoh. Karena terjadi begitu saja, kondisi bayi biasanya nyaman. Tidak terlihat kesakitan,” katanya menjelaskan.

Sementara, kejadian muntah pada bayi bisa terlihat dengan adanya kontraksi otot perut dan diafragma secara kuat.

“Terlihat ada usaha kalau muntah. Biasanya kejadian ini dipicu oleh bau atau bayi merasa terganggu yang memicu reaksi pada pusat muntah di otak. Bisa juga karena adanya infeksi, sumbatan usus maupun reaksi obat. Anak yang muntah biasanya rewel, menangis dan tidak nyaman,” ujarnya.

Jika terlalu sering terjadi, para orang tua juga bisa melakukan tindakan pencegahan.

“Jangan beri makan anak secara berlebihan dalam satu kali asupan dan setelah makan jangan ajak anak bermain secara berlebihan. Usahakan posisi anak dalam keadaan tegak dan sering sendawakan anak,” ujarnya lagi.

Cara lainnya, bisa dengan formula yang dikentalkan dengan mencampur sereal ke dalam susu formulanya.

“Jauhkan anak dari pajanan asap rokok. Bukan hanya secara langsung tapi juga yang tidak langsung. Misalnya, asap yang menempel pada baju orang dewasa yang menggendongnya,” ungkap dr. Frieda.

Jika gumoh ini mengalami komplikasi maka yang terjadi adalah GERD atau Gastroesofageal reflux Disease.

“Gejala GERD ini bisa dilihat pada anak yang menangis dan melakukan back arching selama makan atau sandifer syndrome. Anak juga terlihat kesakitan,” paparnya.

Muntahnya pun berbeda dengan gumoh, karena pada tahapan tertentu bisa muntah darah atau cairan berwarna kehijauan.

“Jika diraba, perut bayi akan terasa keras dan kembung. Terkadang, terdeteksi juga gejala respiratorik, berupa mengi dan batuk kecil yang diakibatkan adanya asam lambung yang membuat pita suara bereaksi dan mencegah asam lambung masuk ke tenggorokan dan paru,” paparnya lebih lanjut.

GERD yang terjadi pada bayi atau anak juga mampu menyebabkan berat badan tidak bisa mengalami kenaikan.

“Komplikasi GERD ini bisa menimbulkan kelainan mendasar neorologis atau gangguan dasar peristalsis. Atau bisa juga menimbulkan esofagitis (red : iritasi kerongkongan), radang paru berulang dan penyempitan pada esofagus,” tuturnya.

Dokter Frieda menegaskan, GER itu tidak berbahaya. Selama kejadian GER itu menurun bersamaan dengan bertambahnya usia dan berat badan anak sesuai dengan kurva pertumbuhan.

“Tapi jika terjadi gejala GERD yang saya sampaikan, maka itu itu sinyal bagi orang tua untuk membawa bayi atau anak ke ahli medis. Agar bisa dilihat apa penyebab muntahnya lalu akan diambil tindakan sesuai hasil pemeriksaan,” pungkasnya.

Lihat juga...