Lebaran CDN

Cegah Corona Meluas, Kebijakan Larangan Mudik Patut Didukung

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

YOGYAKARTA – Sejumlah elemen masyarakat di Yogyakarta ikut ambil bagian dalam menyuarakan kebijakan larangan mudik yang telah ditetapkan pemerintah pada momen libur lebaran tahun 2021 ini. Seperti dilakukan organisasi masyarakat yang menyebut dirinya Forum Jogja Rembuk (FJR) asal Bantul dan Gunungkidul Yogyakarta.

Mereka rela ikut mengkampanyekan gerakan untuk tidak mudik dengan melakukan sosialisasi dan turun langsung ke jalan-jalan utama kota Yogyakarta. Sambil membawa pengeras suara, mereka nampak mengimbau pengguna jalan agar mematuhi kebijakan larangan mudik yang telah ditetapkan pemerintah.

“Kita mengimbau masyarakat agar mematuhi peraturan pemerintah yang melarang kegiatan mudik selama lebaran nanti. Tentu pemerintah sudah punya hitung-hitungan yang matang. Sehingga kita sebagai masyarakat harus tetap menaatinya,” ujar pimpinan FJR Suryo Harumbrojo, Senin (26/4/2021).

Pimpinan Forum Jogja Rembuk (FJR), Suryo Harumbrojo, dijumpai Cendana News, Senin (26/4/2021) – Foto: Jatmika H Kusmargana

Menurut Suryo, di masa pandemi Covid-19 yang masih belum berakhir seperti sekarang ini, memang cukup riskan melakukan perjalanan jarak jauh dari satu kota ke kota lainnya secara massif. Meski tetap menerapkan protokol kesehatan, hal semacam itu tentu dinilai akan semakin meningkatkan risiko penularan dan penyebaran Covid-19.

“Kita hanya ingin ikut membantu dan berkontribusi demi kepentingan bangsa dan negara. Agar angka jumlah penularan Covid-19 tidak semakin bertambah. Karena jika hal itu terjadi, pada akhirnya justru akan merugikan dan memberikan dampak negatif bagi kita semua,” katanya.

Memiliki sekitar 4000 anggota, pimpinan FJR ini mengaku  mengerahkan seluruh anggotanya untuk turun ke jalan-jalan dalam melakukan sosialisasi larangan mudik lebaran. Sosialisasi ini  dilakukan secara terus-menerus selama bulan Ramadan, di sejumlah titik strategis.

“Untuk kali pertama, sosialisasi kita lakukan di Jalan Raya Jogja-Wonosari. Tepatnya di pertigaan Piyungan. Nanti juga dilakukan di titik-titik lainnya. Mudah-mudahan upaya ini bisa membantu pemerintah dalam menekan angka penularan Covid-19,” pungkasnya.

Lihat juga...