Lebaran CDN

Cegah Gabah Dijual ke Luar Daerah, Pidie Jaya Bangun Penggilingan Padi Modern

Varietas padi Cakrabuana, yang diuji coba pengembangannya oleh Ikatan Saudagar Muslim Indonesia (ISMI) Kabupaten Aceh Barat di Desa Seuneubok, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat, dengan hasil panen perdana mencapai 11 ton per hektare, Sabtu (20/2/2021) - Foto Ant

BANDA ACEH – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pidie Jaya, Aceh, membutuhkan anggaran lebih dari Rp100 miliar, untuk membangun penggilingan padi modern. Program tersebut diharapkan dapat mencegah gabah dijual ke luar daerah.

Wakil Bupati Pidie Jaya, Said Mulyadi mengatakan, keberadaan penggilingan padi modern tersebut untuk mencegah gabah petani dijual keluar daerah. “Selama ini, sebagian besar gabah petani dijual keluar daerah karena keterbatasan penggilingan padi di Pidie Jaya. Akibatnya, pendapatan petani lebih rendah jika yang dijual gabah bukan beras,” kata Said, Rabu (21/4/2021).

Said mengatakan, Pemkab Pidie Jaya sudah membuat perencanaan pembangunan penggilingan padi modern tersebut, dan proposalnya akan diajukan ke pemerintah pusat. “Kami berharap pemerintah pusat menyetujui dan membiayai pembangunan penggilingan padi modern. Untuk membangun dengan anggaran sendiri, Pemkab Pidie Jaya tentu tidak sanggup karena keuangan yang terbatas,” katanya.

Said mengatakan, selama ini Pidie Jaya termasuk kabupaten di Provinsi Aceh yang mengalami surplus padi. Produksi padi di Pidie Jaya mencapai 115 ribu ton per tahun. Sementara, kebutuhan masyarakat hanya berkisar 15 ribu hingga 20 ribu ton per tahun. “Kami terus berupaya meningkatkan produktivitas petani dengan meningkatkan musim panen. Selama ini, musim panen dua kali setahun, ke depan diupayakan lima kali dalam setahun,” katanya.

Peningkatan produktivitas padi tersebut harus sejalan dengan kehadiran penggilingan berteknologi modern, sehingga hasil jual berasnya lebih meningkat. Bukan seperti selama ini, yang dijual gabah, bukan beras. “Karena itu, kami berharap pemerintah pusat membangun penggilingan padi modern di Pidie Jaya, guna meningkatkan kesejahteraan petani di kabupaten pemekaran Pidie tersebut,” pungkas Said. (Ant)

Lihat juga...