Lebaran CDN

Cegah Longsor, Pembangunan Tanggul di Arjasari Terus Dipercepat

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BANDUNG – Proyek pembangunan tanggul di sejumlah titik di bantaran kali Arjasari terus dikebut. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi longsor dan berbagai potensi bencana lainnya yang diakibatkan oleh derasnya aliran air kali pada musim hujan.

“Sempat terhenti pengerjaannya beberapa bulan karena anggaran dari kabupaten belum ada, sekarang kita percepat lagi agar segera bisa selesai,” kata Kepala Desa Pinggirsari, Wawan Somantri, saat ditemui Rabu (14/4/2021).

Menurut Wawan, ada dua titik tanggul yang dibangun di wilayahnya, yaitu di kampung Cimantri dan kampung Garudapaksi. Dua titik tersebut merupakan tempat yang dianggap paling strategis dibangun tanggul karena potensi kerusakannya lebih besar.

“Sebetulnya ada tiga titik yang perlu dibangun, namun kita sesuaikan anggaran saja. Iya semoga ini juga dapat meminimalisir berbagai potensi kerusakan,” ungkap Wawan.

Lebih lanjut, Wawan mengaku, saat musim hujan tiba dengan intensitas yang tinggi, kerap kali air meluap hingga ke lahan pertanian masyarakat. Dan tidak sedikit dari petani yang akhirnya mengalami gagal panen akibat luapan air.

“Kali ini kan sumber air yang diandalkan petani, tapi kalau luapannya terlalu besar juga merusak. Makanya perlu kita benahi semaksimal mungkin,” tukas Wawan.

Di tempat berbeda, Karsim, salah seorang pekerja tanggul menyebut, bahwa tanggul kali Arjasari ditargetkan selesai pada bulan Agustus tahun ini.

“Sekarang prosesnya sudah 80 persen. Sepertinya, jika tidak ada kendala yang serius, tanggul ini bisa selesai sebelum target waktu yang ditetapkan,” ucapnya

Karsim mengatakan, salah satu tantangan tersulit dari pengerjaan tanggul adalah akses masuk truk pengangkut material ke titik pembangunan.

“Mau tidak mau kita harus pikul materialnya dari atas. Itu sih kendala terberatnya. Lumayan dari jalan ke titik ini jaraknya sekitar 700 meter,” pungkas Karsim.

Lihat juga...