Lebaran CDN

Cegah Longsor Susulan, Tebing Gombel Lama Mulai Dipasang Bronjong

Editor: Makmun Hidayat

SEMARANG — Meski saat ini sudah memasuki musim peralihan, namun potensi bencana longsor di sepanjang tebing Bukit Gombel Lama Semarang, masih mengancam. Apalagi dengan kemiringan hampir 45 derajat, diperlukan pencegahan agar tebing sepanjang 100 meter tersebut tidak longsor kembali.

“Potensi terjadinya longsor kembali, masih memungkinkan karena kondisi tebing yang cukup curam, serta tidak banyak pohon berakar kuat untuk menahan tanah. Untuk itu, perlu upaya pencegahan atau antisipasi. Salah satunya dengan pemasangan bronjong penahan tanah,” papar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Rudianto, saat dihubungi di Semarang, Rabu (14/4/2021).

Kepala BPBD Kota Semarang, Rudianto, saat dihubungi di Semarang, Rabu (14/4/2021). -Foto Arixc Ardana

Dijelaskan, sebelumnya pada tebing setinggi 5 meter dengan panjang 100 meter tersebut, sempat mengalami longsor, sehingga menimpa fasilitas umum dan jalan raya, pada Senin, (22/2/2021) lalu.

“Terlebih keberadaan tebing tersebut,juga berdekatan dengan rumah warga, jika tidak diantisipasi, kita khawatirkan terjadi longsor susulan. Meski saat ini sudah memasuki musim pancaroba, namun hujan deras juga masih terjadi di Kota Semarang, sehingga kita khawatirkan dapat memicu terjadinya longsor,” tambahnya.

Sementara, salah seorang pekerja, Wahyu menuturkan untuk mencegah terjadinya longsor, pihaknya memasang puluhan bronjong besi yang berfungsi sebagai penahan tanah.

“Kita pasang tiang bambu terlebih dulu, kurang lebih sedalam 1-2 meter sebagai pasak, baru kemudian bronjong besi dipasang sepanjang tebing. Kira-kira 100 meter,” terangnya.

Dengan adanya bronjong tersebut, diharapkan tanah yang terbawa air hujan bisa tertahan dan tidak longsor, sementara air bisa terus mengalir. “Bronjong ini bentuknya seperti anyaman besi, namun tidak rapat, sehingga air bisa tetap mengalir, namun tanah bisa tertahan agar tidak longsor,” ungkapnya.

Upaya tersebut pun mendapat apresiasi dari warga sekitar. Hal tersebut disampaikan Purwanto, yang bertempat tinggal berdampingan dengan tebing Gombel Lama.

“Kita sebagai warga tentu bersyukur, sekarang sudah dipasang bronjong, sebab dari kejadian longsor hingga pemasangan ini, jaraknya cukup jauh. Mudah-mudahan dengan adanya penahan tanah ini, tidak terjadi longsor lanjutan, karena kita yang tinggal di sekitar tebing juga was-was. Apalagi kalau hujan deras,” pungkasnya.

Lihat juga...