Cek Kesiapan PTM di Jember, Bupati Tekankan Prokes 5M

Editor: Makmun Hidayat

JEMBER — Ketua Satuan Gugus Tugas (Satgas) Covid-19 Jember, Hendy Siswanto, melakukan pemantauan ke sekolah terkait persiapan pelaksanaan pembelajaran tatap muka. Ia menekankan semua pihak untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan menerapkan 5M.

“Hari ini kami mengunjungi beberapa sekolah, antaranya sekolah SDN 2 Sumbersari dan SMP 7 Jember,” ujar Hendi Siswanto kepada wartawan, di wilayah Jalan Cendrawasih, Kelurahan Slawu, Kecamatan Patrang, Jember, Jumat (9/4/21).

Hendi Siswanto yang juga selaku bupati Jember, ditemani oleh beberapa dinas terkait mengunjungi lokasi sekolah, yang nantinya menjadi pertimbangan memberikan izin untuk melakukan pembelajaran secara tatap muka.

Hendi Siswanto, selaku Ketua Satgas Covid-19 Jember, saat ditemui wartawan di SMP 7 Jember, Jumat (9/4/2021). -Foto Iwan Feri Yanto

Berdasarkan hasil pantauan, kata Hendi, kesiapan sekolah untuk melakukan pembelajaran tatap muka sudah dapat dipastikan untuk dapat segera melaksanakan pembelajaran tatap muka. Ia berharap sekolah yang ada di Jember  dapat segera berlakukan pembelajaran tatap muka.

“Kami ingin membuka keseluruhan sekolah yang ada di Kabupaten Jember. Namun tetap, semua pihak untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan menerapkan 5M, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi aktivitas berkerumun, dan menjauhi kerumunan, serta fasilitas kesehatan lain yang dapat memadai,” ucapnya.

Selain melakukan pengecekan kesiapan sekolah dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka, juga memantau simulasi proses pembelajaran di sekolah.

“Simulasi pelaksanaan pembelajaran tatap dilakukan sebagai upaya pengaturan tatanan baru saat siswa dan guru melakukan proses pembelajaran. Seperti dari proses memasuki ruang sekolah, aturan jarak memasuki ruangan sekolah, tidak bergerombolan, cek suhu, serta penerapan aturan duduk yang berjarak saat di dalam ruangan kelas, hingga selesai melaksanakan proses pembelajaran,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka, diperlukan kerja sama antara seluruh elemen, dari guru, masyarakat dan orangtua. Karena pengawasan yang dilakukan oleh petugas Satgas Covid-19 serta guru yang ada jumlahnya terbatas.

“Orangtua dari seluruh siswa berperan aktif dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka. Pada saat sedang mengantar maupun menjemput putranya diharapkan tidak menimbulkan kerumunan. Juga bagi siswa, setelah selesai melaksanakan pembelajaran tatap muka, saat akan pulang jangan sampai bergerobolan,” ujarnya.

Hendi menyatakan, pemberlakuan proses belajar tatap muka, ini semua merupakan ikhtiar bersama, saling sama-sama untuk menjaga dan mencegah persebaran Covid-19.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP 7 Jember, Syaiful menyatakan, pelaksanaan tatap muka untuk saat ini hanya diperuntukan siswa Kelas 9 yang akan segera melaksanakan ujian kelulusan.

“Nantinya di hari aktif pelaksanaan proses pembelajaran, terutama bagi siswa Kelas 9 jumlah per kelas akan dibatasi. Sekitar 50 persen setiap harinya. Dan untuk pelaksanaan pembelajaran maksimal 3 jam dalam sehari,” ucapnya.

Penerapan protokol kesehatan saat pembelajaran tatap muka secara disiplin untuk tatap mematuhi ketentuan yang ada. Selain itu dibarengi juga dengan fasilitas kesehatan yang memadai.

“Sebagai penunjang pelaksanaan proses belajar mengajar secara tatap muka, kami menambahkan beberapa fasilitas kesehatan. Yakni menambah kebutuhan ruangan UKS, salah satunya menambah fasilitas oksigen, serta kebutuhan peralatan kesehatan lainnya yang sudah kami siapkan,” jelasnya.

Lihat juga...