Cuaca Buruk, Kawasan Wisata di Sikka Sepi Pengunjung

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Memanfaatkan hari libur Paskah, biasanya warga Kota Maumere bertamasya bersama segenap anggota keluarga ke berbagai tempat wisata yang ada di luar Kota Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Sejak seminggu ini gelombang dan angin kencang membuat tempat wisata sepi pengunjung,” kata Adrianus Wero penjaga tempat wisata Pantai Kita, Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, NTT saat ditemui, Minggu (4/4/2021).

Penjaga kawasan wisata Pantai Kita di Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, NTT, Adrianus Wero, saat ditemui di pantai tersebut, Minggu (4/4/2021). Foto: Ebed de Rosary

Adi sapaannya menyebutkan, akibat gelombang dan angin kencang, air laut masuk ke darat dan menggenangi hingga ke areal parkir kendaraan yang berjarak hingga 10 meter dari bibir pantai.

Biasanya kata dia, saat hari raya Paskah pengunjung bisa mencapai ribuan orang dengan membawa serta anggota keluarga dan teman-teman sambil menggelar acara di pantai.

“Kalau tidak ada angin kencang dan gelombang, pengunjung tempat wisata sangat banyak. Bahkan lopo atau tempat beristirahat sebanyak 20 yang ada di pantai semuanya terisi,” ujarnya.

Saat ditemui di tempat wisata ini, Adi terlihat sedang mengumpulkan sampah yang terbawa air laut dan gelombang hingga menenuhi sepanjang areal pantai sejauh ± 200 meter.

Menurutnya, sepinya pengunjung membuat pihaknya kehilangan pendapatan hingga jutaan rupiah sebab biaya masuk untuk sepeda motor mencapai Rp5 ribu dan mobil Rp10 ribu.

“Kami kehilangan banyak pendapatan dari parkir kendaraan dan sewa lopo atau pondok tempat beristirahat sebesar Rp25 ribu per pondok. Sudah seminggu ini sepi pengunjung apalagi hujan juga selalu turun,” ungkapnya.

Adi mengakui, apabila tidak hujan maka pengunjung selalu ada hingga puluhan orang tetapi sejak pagi hari hampir tidak ada pengunjung yang datang ke tempat wisata ini.

“Hanya satu dua orang saja yang datang itu pun anak muda yang datang bersama pasangannya. Pengunjung pun tidak bisa mandi di laut karena gelombang tinggi dan angin kencang,” tuturnya.

Hal serupa juga ditemukan di Pantai Kajuwulu di Desa Kolisia, Kecamatan Magepanda yang berjarak sekitar 20 kilometer arah barat Kota Maumere yang biasanya dipenuhi wisatawan.

Penjaga pantai wisata Tanjung Kajuwulu, Arnoldus L. Woda menyampaikan, hampir tidak ada wisatawan yang berkunjung ke pantai ini saat hari libur Paskah karena cuaca ekstrem dan hujan yang tak kunjung reda.

“Sejak beberapa hari ini tempat wisata ini sepi pengunjung karena angin kencang dan gelombang tinggi sehingga pengunjung takut berwisata di pantai,” ucapnya.

Arnoldus mengatakan, biasanya saat hari raya Paskah banyak pengunjung yang berwisata ke pantai dan mendaki bukit di Tanjung Kajuwulu, namun tahun ini sepi pengunjung.

Lihat juga...