Dampak Banjir Bandang, Listrik di Pulau Adonara Mati

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LARANTUKA – Setelah kejadian bencana banjir bandang menerjang beberapa kecamatan di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (4/4/2021), menyebabkan listrik langsung padam total.

“Listrik padam total setelah banjir bandang karena kantor PLN ULP Adonara juga terkena dampak,” kata Manajer ULP PLN Cabang Adonara, Kabupaten Flores Timur, Theo Adi Caraka, saat ditemui Cendana News di Waiwerang, Rabu (7/4/2021).

Manajer PLN Cabang Adonara, Kabupaten Flores Timur, NTT, Theo Adi Caraka, saat ditemui di lokasi bencana di Waiwerang, Rabu (7/4/2021). Foto: Ebed de Rosary

Theo menjelaskan, dampak banjir bandang mengakibatkan jaringan listrik di Kota Waiwerang terputus dan banyak tiang yang terbawa banjir sehingga harus dipasang tiang baru dan kabelnya.

Dia katakan, ada 8 kecamatan yang terkena dampak yakni Adonara Tmur, Adonara, Wotan Ulumado, Klubagolit, AdonaraTengah, Witihama, Adonara Barat dan Ile Boleng.

“Jaringan listrik yang sudah dinormalkan yakni Desa Terong, Lamahala dan Kelurahan Waiwerang Kota,” ujarnya.

Theo menjelaskan, jumlah rumah yang listriknya sudah menyala sebanyak 2.145 rumah pelanggan dan yang masih padam sejumlah 25.144 rumah pelanggan.

Ia tambahkan, gardu listrik yang sudah berhasil dioperasikan sebanyak 13 gardu dan yang masih padam sebanyak 122 gardu.

“Kami sedang berusaha memasang tiang dan kabel listrik di tempat baru. Kami kesulitan membawa tiang ke jalur sebelah jembatan akibat putusnya jembatan,” ungkapnya.

Theo menyebutkan, PLN Cabang Adonara melayani 2 pulau yakni Pulau Solor dan Adonara  sementara dampak banjir bandang, hujan lebat dan angin kencang hanya listrik di Pulau Adonara saja yang padam.

Dikatakannya, sementara waktu pihaknya fokus perbaikan jaringan kabel listrik yang putus di depan Koramil Adonara dan 2 jalur sedang dipulihkan agar bisa beroperasi kembali.

“Kami upayakan 2 sampai 4 hari ke depan jaringan listrik bisa kembali menyala seperti biasanya. Tapi mungkin akan lebih cepat dari waktu tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, Siti Aminah, salah seorang pengungsi mengakui, memang jaringan listrik di Pulau Adonara padam bahkan di Waiwerang Kota saja baru mengalami perbaikan.

Siti berharap agar jaringan listrik bisa segera normal sehingga malam hari warga tidak kegelapan di saat cuaca ekstrem dan banjir susulan yang sewaktu-waktu menghantui warga.

“Kita berharap agar pihak PLN bisa segera memperbaiki jaringan listrik agar listrik yang telah padam selama 3 hari bisa menyala kembali,” ujarnya.

Lihat juga...