Lebaran CDN

DCML Cilongok Targetkan Sentuh 80 Persen pra-KS

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BANYUMAS — DCML Cilongok, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas menargetkan program-programnya bisa menyentuh hingga 80 persen golongan pra Keluarga Sejahtera (KS). Hal tersebut sesuai dengan tujuan dan visi Yayasan Damandiri yang ingin membuat Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML), dimana masyarakat desa sejahtera dan terbangun kemandirian secara ekonomi.

Penerima bantuan lantainisasi, Nurul Hidayah di Cilongok, Jumat (30/4/2021). (FOTO : Hermiana E.Effendi)

Manager Umum Koperasi Utama Sejahtera Mandiri Cilongok, Lasworo Suyono mengatakan, selama ini sudah banyak program Yayasan Damandiri yang dilaksanakan. Mulai dari bantuan sosial seperti lantainisasi dan jambanisasi, bantuan kredit Modal Kita hingga berbagai unit usaha pertanian serta gula di kawasan dapur komunal Cilongok.

“Semua program fokus untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat dan membangun kemandirian pada masyarakat desa. Sudah menyentuh banyak keluaga pra sejahtera dan untuk tahun ini kita targetkan program-program tersebut bisa menyentuh minimal 80 persen dari keluarga pra sejahtera di Cilongok ini,” jelasnya, Jumat (30/4/2021).

Lebih lanjut Lasworo menjelaskan, saat ini jumlah KK di Desa Cilongok ada sekitar 3.000. Sementara jumlah keanggotaan Koperasi Utama Sejahtera Mandiri mencapai 800 orang. Untuk tahun ini, keanggotaan koperasi ditargetkan mencapai 1.500 KK.

“Tentunya penambahan anggota dilakukan secara bertahap,” tuturnya.

Sementara untuk program sosial lantainisasi, sudah disalurkan kepada 160 rumah di desa tersebut, kemudian program jambanisasi menyentuh 60 keluarga pra sejahtera. Besarnya bantuan bervariasi, disesuaikan dengan ukuran luas bangunan rumah. Rata-rata setiap rumah diberi bantuan dalam kisaran Rp 1.500.000 dan pengerjaannya dilakukan secara gotong-royong masyarakat desa secara bergiliran

Untuk program Modal Kita sudah mampu meningkatkan perekonomian warga desa. Indikasi tersebut terlihat dari banyaknya pinjaman bantuan modal yang top up atau ditambah. Misalnya pinjaman awal Rp2 juta kemudian karena usahanya mengalami perkembangan yang cukup bagus, maka pinjaman di top up menjadi Rp5 juta.

“Banyak nasabah Modal Kita yang top up pinjamannya, artinya usaha mereka berkembang bagus,” katanya.

Menurut Lasworo, meskipun sudah berdiri sekitar 1,5 tahun, namun manfaat dari berbagai program Yayasan Damandiri baru mulai terasa dalam satu tahun terakhir. Pembangunan pusat usaha di dapur komunal juga menjadi ajang bagi anak-anak muda belajar berbagai macam jenis usaha.

Salah satu warga penerima bantuan lantainisasi, Nurul Hidayah mengatakan, keseharian keluarganya kini lebih sehat, setelah rumahnya berlantai. Dua anaknya yang masih kecil-kecil, sekarang lebih nyaman bermain karena tak lagi khawatir terkena debu.

“Dulu sebelum mendapat bantuan lantainisasi dari Yayasan Damandiri, rumah saya masih berlantai tanah, setiap hari banyak debu di dalam rumah, padahal saya punya balita,” ucapnya.

Lihat juga...