Lebaran CDN

Di Banyumas, Lansia dan Anak Dilarang Tarawih di Masjid

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – Bulan Ramadan kedua di tengah pandemi Covid-19, Kabupaten Banyumas sudah memperbolehkan masyarakatnya untuk menggelar Salat Tarawih. Namun, khusus untuk orang lanjut usia (lansia), terutama yang komorbid atau mempunyai penyakit bawaan serta anak-anak, belum diperbolehkan untuk mengikuti Salat Tarawih di masjid.

Bupati Banyumas, Achmad Husein mengatakan, saat ini kondisi Covid-19 di Kabupaten Banyumas relatif terkendali. Penambahan kasus positif menurun dan jumlah kematian juga menurun. Dengan kondisi tersebut, maka Salat Tarawih berjamaah di masjid sudah diperbolehkan.

“Meskipun terkendali, tetapi tetap harus dijaga supaya jangan tumbuh lagi klaster-klaster baru, karena itu untuk Salat Tarawih diperbolehkan, tetapi khusus untuk lansia, komorbid dan anak-anak, sebaiknya tetap Salat Tarawih di rumah masing-masing,” terangnya, Senin (12/4/2021).

Lebih lanjut Husein mengatakan, lansia perlu dijaga dengan hati-hati, sebab jika sampai tertular, sangat berisiko. Karenanya, kepada keluarga yang mempunyai anggota keluarga lansia, Husein meminta untuk menjaga dan mengawasi, serta memberikan pengertian supaya menjalankan ibadah Salat Tarawih di rumah saja.

“Untuk anak-anak sampai dengan usia sekolah dasar, sebaiknya juga Salat Tarawih di rumah, karena saat berkumpul dengan banyak orang atau dengan teman-temannya, terkadang lupa untuk menjaga protokol kesehatan,” ucapnya.

Terkait pelaksanaan Salat Tarawih di masjid, bupati menegaskan, kapasitas ruangan hanya diperbolehkan diisi 50 persen. Jika jumlah jamaah lebih dari 50 persen, maka disarankan untuk melakukan Salat Tarawih di halaman masjid dengan menggelar tikar.

Sedangkan untuk masjid ataupun musala yang dipergunakan sebagai tempat Salat Tarawih, tidak diperbolehkan untuk menggelar karpet. Alas untuk salat, cukup lantai dan sajadah masing-masing jamaah.

Jamaah yang mengikuti Salat Tarawih juga hanya diperbolehkan dari warga sekitar, yaitu warga satu RT atau RW. Pembatasan tersebut dilakukan untuk meminimalkan potensi penularan Covid-19 dari orang-orang luar.

“Peralatan salat, semua jamaah harus membawa sendiri-sendiri dan jarak antarjamaah saat salat minimal 1 meter,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyumas, Akhsin Aedi mengatakan, meskipun sudah diperbolehkan menggelar Salat Tarawih, tetapi aktivitas di masjid tetap dibatasi. Untuk kegiatan seperti tadarus Alquran ataupun iktikaf yang biasanya banyak dilakukan selama bulan Ramadan, waktunya dibatasi maksimal hanya 15 menit.

“Waktu iktikaf di masjid dibatasi, selanjutnya bisa dilakukan di rumah, karena pada dasarnya ibadah bisa dilakukan dimana saja,” tuturnya.

Lihat juga...