Lebaran CDN

Di Bulotalangi Barat Gorontalo, Panen Padi Mencapai 12 Ton per-Hektare

Ilustrasi petani memanen padi di Desa Bulotalagi Barat, Kecamatan Bulango Timur, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo - foto Ant

GORONTALO Hasil panen padi di Desa Bulotalagi Barat, Kecamatan Bulango Timur, Kabupaten Bone Bolango Gorontalo, diperkirakan bisa mencapai 12 ton per-hektare.

“Untuk luas lahan yang jadi sampel seluasnya 2,5 kali 2,5 meter, dengan titik sampel berdasarkan angka random. Dari hasil 6,25 meter persegi, musim tanam lalu setiap hektare sawah menghasilkan 6,8 kilogram atau 10,88 ton gabah kering panen (GKP),” ujar Penyuluh Pertanian Desa Bulotalangi Barat, Suwandi Said, Senin (26/4/2021).

Sedangkan untuk saat ini, dari sampling yang dilakukan, diperoleh bobot gabah 7,98 kilogram. Sehingga jika dikonversikan setara dengan 12 ton Gabah Kering Panen (GKP). “Angka tersebut adalah angka dugaan untuk hamparan kelompok Tani Tekad Makmur 1 seluas 25 hektare, berdasarkan kondisi tanaman padi yang di panen,” jelasnya.

Dari data yang telah diolah, diperoleh informasi sistem tanam menggunakan sistem tanam legowo 4:1 (Jarak tanam 28x14x56 cm), varietas yang ditanam adalah Ciherang, tanggal penanaman 27 Januari 2021, dan panen diumur 109 hari. Penanaman mengunakan pupuk dan pestisida organik. “Banyaknya rumpun padi diperoleh sebanyak 166.104 rumpun, jumlah anakan produktif rerata 28 anakan, dan rerata jumlah bulir gabah dalam malai yaitu yang bernas 117,6 butir dan hampa (tidak berisi) sebanyak 24 butir dan bobot bulir per 1.000 butir adalah 23,30 gram,” urai Suwandi.

Suwandi berharap, dari hasil panen tersebut petani dapat menggunakan pupuk organik, di setiap musim tanam dan menerapkan jarak tanam sistem legowo.

Kabid Penyuluhan Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bone Bolango, Yoana Rahman mengatakan, capaian produktivitas tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab petani. Tetapi juga adanya pengawalan dan pendampingan dari para penyuluh pertanian dan petugas pengamat hama dan penyakit yang ada dimasing-masing desa.  “Untuk hal-hal teknis, petugas kita dalam hal ini para penyuluh pertanian akan selalu siap dan siaga untuk kawal dan dampingi petani dalam berusaha tani,” ujar Yoana.

Untuk menghitung capaian produksi, dilakukan dengan teknik ubinan secara swadaya, dengan variable pengamatannya adalah jarak tanam, jumlah anakan produktif dan bobot bulir gabah permalai. Serta pengambilan titik sampel dilakukan sesuai rekomendasi BPS, dengan cara acak berdasarkan angka random.

Salah seorang petani, Naco Burudji, anggota kelompok tani Tekad Makmur 1 Desa Bulotalangi Barat menyebut, untuk musim tanam atau panen saat ini, pertumbuhan padi sangat baik.  Bersama dengan petugas POPT dan Penyuluh serangan OPT dapat dikendalikan sejak dini serta masih konsisten dengan penggunaan bahan-bahan organik dalam budidaya. “Alhamdulillah, berbeda dengan musim panen lalu. Kali ini hasil padi sangat baik dan untuk penggunaan pupuk dan pestisida kimia dikurangi dan dibatasi,” tandasnya. (Ant)

Lihat juga...