Lebaran CDN

Dimsum Kalkun, Jajanan Tanpa MSG dengan Beragam Manfaat

Editor: Mahadeva

Difri Maulana menunjukkan Dimsum daging Kalkun buatannya di lokasi produksi, Sabtu (17/4/2021). Foto: Agus Nurchaliq

MALANG – Dimsum, menjadi salah satu sajian makanan yang saat ini banyak digemari. Tidak sedikit outlet yang kini mulai menawarkan jajanan tersebut. Melihat potensi tersebut, Difri Maulana, mencoba peruntungan dengan menghadirkan dimsum berisikan seratus persen daging Kalkun tanpa MSG.  

“Saya pilih daging kalkun, karena ingin mencari sesuatu yang beda dari yang lain. Sebab pada umumnya dimsum diisi dengan daging ayam, sapi atau udang,” ucapnya, saat ditemui di lokasi produksi Dimsum Kalkun di daerah Sukun, Kota Malang, Sabtu (17/4/2021).

Pilihan kepada daging kalkun, didasari informasi daging kalkun memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, diantaranya membantu menurunkan berat badan, memperkuat sistem kekebalan tubuh, baik untuk penderita diabetes, mencegah stres dan insomia, kaya vitamin B, tinggi protein dan rendah kolestrol. “Daging kalkun ini beda dengan daging ayam biasa. Bedanya, warna dagingnya lebih merah dan berserat seperti daging sapi. Meskipun berserat, tekstur dagingnya tetap empuk dan tidak keras,” terangnya.

Guna memenuhi kebutuhan daging kalkun untuk pembuatan isian Dimsum, Difri membelinya langsung dari peternak kalkun di Kabupaten Malang.  “Daging kita ambil langsung dari peternak kalkun dan Insyaallah merupakan kalkun organik karena pakannya hanya berupa sayuran, tidak pakai konsentrat,” sebutnya.

Tampilan Dimsum Kalkun, Sabtu (17/4/2021). Foto: Agus Nurchaliq

Untuk lebih menonjolkan isian daging kalkun, Difri memakai kulit dimsum khusus, kulitnya tipis dan kalau dikukus akan menjadi transparan, sehingga dagingnya bisa terlihat. Meskipun kulit dimsumnya tipis, tapi tidak mudah robek dan teksturnya tetap kenyal.

Difri menyebut, saat ini karena keterbatasan tenaga, sekali produksi ia baru mampu membuat 250 sampai 300 buah dimsum atau 25 sampai 30 box dimsum. Selain menggunakan rempah-rempah pilihan dan tepung kualitas tinggi, untuk mempercantik tampilan sekaligus memberikan sedikit warna, Difri menambahkan taburan wortel dibagian atas Dimsum.  “Harga dimsum kalkun Rp 35 ribu per box, isi 10 biji dengan ekstra saos asam manis,” sebutnya.

Menurutnya, meskipun dibuat tanpa pengawet namun dimsum kalkun buatannya bisa bertahan selama dua hari di suhu ruangan, karena sebelumnya sudah dikukus hingga benar-benar matang. Sedangkan jika ditaruh dalam frezer lemari pendingin, bisa bertahan hingga enam bulan.

Terkait pemasaran, Difri memanfaatkan media sosial Whatsapp dan facebook untuk mempromosikan produk dimsum buatannya. “Tapi ada juga reseller yang membantu menjualkan,” tandasnya.

Salah satu pembeli, Alfiane, mengaku baru pertama kali merasakan Dimsum daging kalkun. Jika dibandingkan daging ayam biasa, daging kalkun lebih berserat tapi tidak keras saat dikunyah.  “Rasanya gurih, jadi cocok juga dijadikan sebagai lauk pendamping nasi putih,” pungkasnya.

Lihat juga...