Lebaran CDN

Dindik Banyumas Ajukan Penambahan 20 Sekolah untuk PTM

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Banyumas mengajukan penambahan 20 sekolah untuk melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Mengingat berdasarkan pemantauan di lapangan, sekolah-sekolah tersebut sudah siap untuk PTM, baik secara infrastruktur sarana kesehatan yang tersedia dan ada persetujuan dari orang tua murid.

Kepala Dindik Kabupaten Banyumas, Irawati, mengatakan, untuk melengkapi persyaratan PTM tersebut, pihaknya juga sudah meminta kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas untuk melakukan vaksinasi serta rapid tes antigen terhadap para guru serta tenaga pendidik di sekolah-sekolah tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Banyumas, Irawati di kantornya, Kamis (22/4/2021). Foto: Hermiana E. Effendi

“Sudah semakin banyak sekolah yang mengajukan PTM, karena memang secara sarana dan prasarana di sekolah sudah menunjang. Sehingga kita mengajukan kepada Pak Bupati untuk menambah 20 sekolah lagi yang melakukan PTM,” katanya, Kamis (22/4/2021).

Pengajuan 20 sekolah untuk PTM susulan tersebut terdiri dari 12 Sekolah Dasar (SD) dan 8 Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sekolah tersebut tersebar pada beberapa kecamatan di Banyumas, baik di pinggiran maupun di perkotaan.

Untuk SMP yang diajukan PTM susulan yaitu SMP Negeri 3 Ajibarang, SMP Negeri 1 Banyumas, SMP Negeri 1 Baturaden, SMP Negeri 2 Gumelar, SMP Negeri 1 Kalibagor, SMP Negeri 1 Lumbir, SMP Negeri 2 Tambak dan SMP Boarding School Al Irsyad Al Islamiyah.

Lebih lanjut Irawati menjelaskan, sebelumnya sudah dilaksanakan PTM pada 11 sekolah, terdiri dari tiga Sekolah Dasar, 4 SMP dan 3 Sanggar Kegiatan Belajar (SKB). Dan dari hasil evaluasi pelaksanaan PTM yang sudah mulai tanggal 5 April lalu, semua berjalan sesuai dengan aturan.

“Evaluasi dari 11 sekolah yang sudah melakukan PTM terlebih dahulu bagus, pembelajaran dilakukan mulai pukul 07.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB, waktu istirahat siswa tetap berada di dalam ruangan dan dalam satu kelas hanya diisi 50 persen dari kapasitas,” terangnya.

Sedangkan untuk guru serta siswa yang diketahui kormobid atau mempunyai penyakit bawaan, tidak ikut PTM, namun mengikuti secraa daring. Dan untuk guru yang melakukan PTM, sebelumnya sudah dilakukan vaksin serta rapid tes antigen dengan hasil non reaktif.

Menanggapi pengajuan dari Dindik Banyumas tersebut, Bupati Banyumas, Achmad Husein menyatakan, penambahan kesiapan sekolah untuk melakukan PTM cukup melegakan. Namun, pemantauan tetap harus dilaksanakan oleh petugas atau tim secara berkala.

“Banyaknya sekolah yang siap melakukan PTM ini menunjukkan bahwa masyarakat kita sudah semakin meningkat kesadarannya untuk menerapkan protokol kesehatan dan sepanjang pembelajaran berlangsung, diharapkan tetap ada kontrol,” ucapnya.

Lihat juga...