Disdik: Pendidikan Kesetaraan di Bekasi Perlu Penguatan

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BEKASI — Kasi Disdik pada satuan pendidikan nonformal Kota Bekasi, Jawa Barat Samsu mengatakan, penyelenggaraan pendidikan kesetaraan di wilayahnya masih perlu penguatan terkait penerapan kurikulum 2013.

Samsu, Kasi Pendidikan Kesetaraan Disdik Kota Bekasi, Kamis (1/4/2021), mengakui bahwa perlu adanya penguatan bagi PKBM menyambut akhir semestera dalam penilaian. Foto: Muhammad Amin

Hal tersebut dalam rangka memasuki akhir semester sekaligus menyambut tahun ajaran baru. Sehingga penyelenggara pendidikan kesetaraan perlu menyatukan visi misi dalam penilaian berbasis e-modul yang telah terapkan selama dua tahun ini.

“Kenapa perlu penguatan karena PKBM ini berbeda dengan sekolah formal. Penerapan kurikulum e modul baru dua tahun. Hal lainnya, selama pandemi ini tidak pernah ada pelatihan dan lainnya. Sementara sebentar lagi, menyambut ujian akhir semester,” kata Samsu, kepada Cendana News, usai menjadi pembicara dalam penguatan kurikulum 2013, Kamis (1/4/2021).

Dikatakan, Disdik Kota Bekasi telah melakukan evaluasi bagi puluhan PKBM di wilayah setempat, sehingga perlu adanya penguatan terkait pendidikan kesetaraan, sehingga dinas mengundang seluruh penyelenggara pendidikan kesetaraan di Bekasi.

Menurutnya, penguatan kurikulum 2013 bagi satuan pendidikan kesetaraan paket A,B dan C, perlu penguatan, karena ini implimentasi pada pendidikan nonformal berbeda dengan formal, meliputi kurikulum, tata penilaian dan lainnya.

PKBM atau SKB, lanjutnya sering melupakan muatan kelompok khusus secara matang, padahal ini merupakan salah satu ciri khas pendidikan kesetaraan.

“Untuk wilayah Kota Bekasi, ada sekitar 57 PKBM. Kami sudah undang semua untuk diberi penguatan terkait kurikulum 2013, seperti materi penilaian berbasis e-Modul, yang dibagi ke beberapa tingkatan,” tukas Samsu.

Dia berharap melalui penguatan tersebut, PKBM di Kota Bekasi, bisa lebih maksimal dalam menyelenggarakan pendidikan kesetaraan bagi masyarakat.

Jani, pemilik PKBM Anggrek, mengakui mengakui penguatan bagi penyelenggara pendidikan kesetaraan perlu dilaksanakan karena kurikulum berbasis e-Modul sendiri baru dua tahun dilaksanakan.

“Melalui penguatan ini, penyelenggara pendidikan kesetaraan di Kota Bekasi, bisa satu visi dalam pelaksanaannya. Karena penilaian melalui e-Modul atau berbasis web dengan beberapa tingkatan,” jelas Jani.

Dalam kesempatan itu ia juga mengakui bahwa PKBM juga selama setahun ini menjalankan pendidikan melalui sistem daring atau online sehingga perlu penyeragaman dalam penguatan kurikulum atau tata penilaian yang harus seragam.

Pelatihan terlihat hanya dihadiri 27 dari 57-an jumlah pengelola PKBM di wilayah Kota Bekasi.

“Pelatihan diperlukan dengan kondisi sekarang. Karena kunci PKBM itu sendiri adalah kebersamaan dalam penilaian, sehingga saat berkumpul begini tentu merumuskan secara bersama, dalam menyatukan visi misi” tukasnya.

Lihat juga...