Ditemukan, Limbah Semen Dibuang ke Sungai Cikarang

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

BEKASI – Industri pengolahan semen skala besar di Desa Wangun Harja Cikarang Utara, terlihat langsung membuang limbah ke Sungai Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Hal tersebut terpantau Cendana News ketika menyusuri Sungai Cikarang, mulai dari Kampung Jarakosta, Desa Danau Indah Cikarang Barat, bersama tim Kopel, KPA Ranting dan UPTD Kebersihan Area Sungai.

Informasi di lokasi, kondisi tersebut sudah dilaporkan ke Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi maupun pihak BWSCC selaku pemilik sungai. Namun sampai sekarang, belum ada tindakan apa pun, limbah yang langsung dibuang ke sungai masih terjadi.

“Kami mengetahui kondisi pembuangan limbah langsung ke Sungai Cikarang itu sejak lima bulanan lalu, sejak pertama kali memiliki perahu dan melakukan susur sungai. Kami sudah laporkan ke pihak berwenang seperti BWSCC dan Dinas LH Kabupaten Bekasi,” ujar Golan, Ketua Kopel Bekasi kepada Cendana News, Rabu (7/4/2021).

Namun demikian, lanjut Golan, Kopel hanyalah  organisasi yang tidak memiliki wewenang apa pun terkait pencemaran. Selama ini, Kopel atau pun KPA Ranting hanya bergerak menjaga sungai dari pencemaran seperti sampah rumah tangga dengan cara dibersihkan.

Menurutnya, laporan kepada pihak berwenang sudah dilakukan, biar ditindak sesuai aturan. Untuk hasil dari laporan seperti respons terkait kondisi yang terjadi di Sungai Cikarang, terserah pihak pemangku kepentingan.

“Sampai sekarang, sepertinya belum ada tindakan apa pun, pembuangan limbah masih terjadi, Kami hanya mampu melakukan monitoring, misalnya ada buang limbah biarkan dinas terkait menegur. Sejak kapan perusahaan yang memproduksi semen itu membuang limbah langsung ke Sungai Cikarang? Kami pun tidak tahu pasti. Hanya saja, secara kasat mata, baru kami ketahui sekira lima bulanan lalu,” tegas Golan.

Lebih lanjut, Golan memastikan, bahwa limbah yang langsung dibuang ke sungai tersebut memang limbah semen. Hal tersebut diketahui dari bau dan efek aliran air yang seperti buih. Ketika ditanya dampak bagi lingkungan sekitar Golan menjawab, warga yang bekerja di sawah merasakan kerap mengaku gatal. Karena mereka kerap memanfaatkan air Sungai Cikarang yang berdekatan dengan lokasi tersebut.

“Jika ditanya dampak dari limbah semen tersebut, pastinya ada buat lingkungan. Limbah sabun saja berbahaya bagi lingkungan. Apalagi itu sisa industri semen yang tentunya bercampur dengan bahan kimia,” tukasnya.

Sementara itu, UPTD Kebersihan Area Sungai Kabupaten Bekasi, Hadi, yang ikut serta dalam susur sungai, mengakui bahwa pembuangan limbah yang terjadi tidak hanya dari industri semen. Tapi juga ada limbah rumah tangga dan usaha katering yang langsung dibuang ke sungai.

Perwakilan UPTD Kebersihan Area Sungai Kabupaten Bekasi, Hadi, saat dijumpai Cendana News, Rabu (7/4/2021). Foto: Muhammad Amin

“Atas kondisi yang terjadi di Sungai Cikarang sudah dilaporkan ke pimpinan, dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bekasi,” ungkap Hadi.

Hadi mengaku, dirinya ditunjuk khusus untuk memantau sungai yang membawahi enam UPTD. Tugas pokok adalah terus melakukan pemantauan, termasuk sampah yang dibuang di bantaran sungai, ikut dalam pengawasan.

Pembina KPA Ranting, Ahmad Ajat, berharap, semua pihak bisa bersinergi dalam mengatasi masalah lingkungan hidup yang terjadi di wilayah Kabupaten Bekasi. Di satu sisi relawan dan pegiat lingkungan hidup terus menggalakkan kebersihan di tengah masyarakat. Pihak berwenang pun harusnya bisa membantu dengan menindak pihak yang melakukan pencemaran.

Pantauan Cendana News di lokasi, terlihat limbah memang langsung dialirkan ke Sungai Cikarang, setiap waktu, hingga membuat air di sekitar lokasi limbah berubah warna. Limbah dibuang dengan saluran khusus, menyerupai jalur setapak yang berundak-undak dan juga secara terang-terangan.

Cendana News juga melihat beberapa ikan dengan ukuran besar terlihat mengambang mati, seperti jenis ikan gabus yang diketahui kerap berada di dasar sungai.

Lihat juga...