Lebaran CDN

Dokter: Jangan Kalap Saat Berbuka Puasa

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Dokter spesialis gizi klinik Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), dr.Wahyu Ika Wardhani, di ruang kerjanya di RSUI, Depok, Jumat (30/4/2021). foto: dokumen dr.Wahyu Ika Wardhani/istimewa.

JAKARTA — Selama menjalani ibadah puasa harus mengonsumsi makanan sesuai kebutuhan. Sehingga dapat memberikan ragam manfaat bagi kesehatan tubuh.

Dokter spesialis gizi klinik Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), dr.Wahyu Ika Wardhani. Mbiomed. Mgizi, Sp. GK, mengatakan, berpuasa mempunyai beragam manfaat bagi kesehatan, antara lain menurunkan resistensi insulin dan risiko diabetes melitus (DM), merangsang sistem imun dan perbaikan sel.

Serta mengatur metabolisme sel dan membantu mengurangi kerusakan oksidatif dan inflamasi. Adapun manfaat lainnya, yakni dapat membantu penurunan berat badan.

“Tapi, sayangnya sebagian orang seringkali kalap saat berbuka puasa. Sehingga porsi makannya lebih banyak dari biasanya dan ditambah kurangnya beraktivitas fisik berdampak pada kenaikan berat badan,” ujar dr. Wahyu, kepada Cendana News saat dihubungi, Jumat (30/4/2021).

Agar tetap sehat selama puasa, dia pun memberikan tips menu makan yang tepat untuk buka puasa dan sahur.

Saat makan sahur disarankan untuk mengonsumsi sumber karbohidrat. Utamanya kata dia, jenis karbohidrat kompleks, seperti nasi beras merah atau roti gandum. Juga perbanyak sayuran dan buah untuk memenuhi vitamin dan serat.

Selain itu, tambah dia, konsumsi juga lauk pauk kaya protein, seperti ayam, ikan dan telur.

Sedangkan untuk makanan buka puasa, dr. Wahyu menyarankan, agar menghindari makan yang terlalu berlebihan, dan nikmatilah makanan secara perlahan.

“Terkait jenis makanan, sebaiknya hindari gorengan dan batasi gula. Contoh makanan berbuka puasa yang baik adalah kurma,” ujarnya.

Dikatakan dia, makan kurma ini sesuai sunnah Nabi Muhammad SAW, yakni umat muslim bisa mengonsumsi tiga buah kurma saat berbuka.

“Kurma ini tergolong sumber makanan serat yang baik,” tandasnya.

Terpenting lagi, kata dia, perbanyak minum air putih saat buka puasa. Minum air putih ini bertujuan agar tubuh tetap terhidrasi.

Disebutkan, selama puasa harus mengonsumsi makanan sesuai kebutuhan tubuh. Apabila berlebihan, maka berat badan bisa naik dan menyebabkan penyakit metabolik.

Sebaliknya, jika asupan kurang dapat menyebabkan kurang gizi. Sehingga daya tubuh menurun dan mudah terinfeksi penyakit.

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrin metabolik diabetes dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Suharko Soebardi, Sp.PD.KEMD menyarankan agar memperhatikan asupan makanan saat berbuka puasa dan sahur.

Khusus saat berbuka puasa, hindari makanan yang terlalu banyak mengandung karbohidrat kompleks dan lemak. Sebaliknya, perbanyak asupan karbohidrat kompleks saat sahur.

“Sahurlah mendekati waktu imsak dan hindari melewatkan waktu makan. Dengan membatasi hidangan tinggi kalori, gorengan dan makanan pedas,” ujar dr. Suharko, kepada Cendana News saat dihubungi, Jumat (30/4/2021).

Terkait dengan kebugaran tubuh selama puasa, dia menyarankan agar rutin olahraga dan menjaga kecukupan tidur. “Tidur jangan terlalu larut malam, hingga menjelang sahur. Jadi sebaiknya, bagi waktu tidur agar kebutuhan tidur tercukupi. Ya, seperti tidur siang 20-25 menit, itu bisa menjadi cara menjaga kecukupan tidur,” pungkas dr.Suharko Soebardi, Sp.PD.KEMD dari RS RS Premeir Jatinegara.

Lihat juga...