Lebaran CDN

Dua Pelaku Pengolahan Gula Rafinasi Ilegal Diamankan Polresta Banyumas

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – Sat Reskrim Polresta Banyumas berhasil mengungkap pengolahan gula rafinasi ilegal di wilayah Banyumas. Dua tersangka diamankan berserta barang bukti sebanyak 35 ton.

Kapolresta Banyumas, Kombes Pol M Firman L Hakim mengatakan, pelaku memanfaatkan momen puasa dan menjelang lebaran, dimana kebutuhan gula meningkat dan harga gula juga naik. Namun, untuk gula rafinasi tersebut, harus melalui pengolahan lagi baru bisa dikonsumsi, karena peruntukannya sebenarnya buat industri.

“Ada dua pelaku yang kita amankan, beserta barang buktinya. Gula rafinasi ini jika tidak melalui proses pengolahan yang benar, maka akan membahayakan kesehatan dan untuk memproduksi gula rafinasi, harus ada izin khusus,” kata Kapolresta, Kamis (22/4/2021).

Dua pelaku yang diamankan yaitu GP, warga Desa Pancurendang, Kecamatan Ajibarang dan W, warga Desa Pageraji, Kecamatan Cilongok.

GP merupakan pemilik usaha pengolahan gula rafinasi industri. Gula tersebut dicampur dengan molase, dengan takaran 5 ton gula rafinasi dicampur 25 kilogram molase.

Setelah tercampur kemudian kemas 50 kilograman dan dijual sebagai gula konsumsi. Dan W merupakan pemilik bahan gula yang pengolahannya diserahkan kepada GP.

Penangkapan terhadap dua pelaku tersebut dilakukan pada Jumat (16/4/2021) malam di rumah GP. Polisi mengamankan dua unit truk yang digunakan untuk mengangkut gula rafinasi, kemudian timbangan digital, satu ember berisi molase, 20 ton gula rafinasi industri merek kupu-kupu, 10 ton gula rafinasi yang sudah diolah dan berbagai peralatan lainnya.

“Dari pengakuan pelaku, mereka sudah memproduksi gula rafinasi ini selama 7 bulan dan hasil olahan dijual ke wilayah Jawa Barat. Namun, kemungkinan besar, beberapa juga ada yang diedarkan di wilayah Banyumas,” kata Kapolresta.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Banyumas, Kompol Berry, mengatakan, gula rafinasi tersebut dibeli dengan harga Rp 9.900 per kilogram.

Kemudian setelah dicampur dengan molase, oleh pelaku dijual dengan harga Rp 11.500 per kilogram ke distributor dan sampai ke pembeli dijual dengan harga Rp 12.000 per kilogram. Sedangkan harga gula pasir saat ini di pasaran sudah mencapai Rp 14.000 per kilogram.

“Pembuatannya 5 ton gula rafinasi dicampur dengan satu ember molase, diaduk hingga rata, kemudian baru dikemas dalam beberapa kantong siap edar,” jelasnya.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat dengan pasal 120 ayat (1) UU RI nomor 3 tahun 2014 tentang perindustrian jo pasal 53 ayat (1) huruf b sebagaimana diubah pasal 44 angka 4 UU RI nomor 11 tahun 2020 tentang cipta kerja dan pasal 62 ayat (1) jo pasal 8 ayat (1) UU RI tahun 1999 tentang perlindungan konsumen.

Lihat juga...