Lebaran CDN

Edarkan Tembakau Gorila, IRT di Banyumas Diamankan Polisi

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – Peredaran tembakau gorila di Kabupaten Banyumas sudah merambah hingga ke wilayah pinggiran serta melibatkan Ibu Rumah Tangga (IRT). IN alias Oviee (29), diamankan pihak berwajib karena kedapatan menerima paket serta mengedarkan tembakau gorila.

Kepala Badan Narkotika Nasional Propinsi (BNNP) Jawa Tengah, Brigjen Pol Benny Gunawan, yang datang langsung ke Banyumas untuk mengungkap kasus tersebut mengatakan, penangkapan terhadap In, warga Kelurahan Dukuhwaluh, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas dilakukan tim gabungan BNNP Jateng dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Banyumas yang mengetahui ada pengiriman paket diduga berisi narkotika.

Kepala BNNP Jawa Tengah, Brigjen Pol Benny Gunawan di Banyumas, Rabu (21/4/2021). Foto: Hermiana E. Effendi

“Kita mendapatkan informasi dari masyarakat dan langsung kita tindaklajuti dengan mendatangi penerima paket, yaitu saudara IN alias Oviee. Kepada petugas yang bersangkutan mengakui jika ia mengetahui isi paket tersebut dan diakuinya sebagai milik temannya yang saat ini masih dalam pencarian pihak berwajib,” terangnya, Rabu (21/4/2021).

Dari hasil penggeledahan di rumah IN, petugas menemukan 9 paket tembakau gorila siap edar, serta beberapa barang bukti lain seperti timbangan digital, bungkusan plastik klip dan handphone. Petugas juga mengamankan SDP alias Dino (24), warga Kecamatan Gumelar, Kabupaten Banyumas yang pada saat penggeledahan sedang berada di rumah IN.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, tersangka IN ini mengaku sudah beberapa kali menerima paket tembakau gorila dari FR yang masih DPO, dan kemudian paket tersebut dipecah menjadi beberapa bungkus untuk dijual,” jelasnya.

Lebih lanjut Benny mengatakan, sasaran penjualan paket tembakau gorila ini adalah para pelajar. Dan untuk menarik pembeli, IN menempel bungkus kemasan degan stiker-stiker bergambar menarik dan bertuliskan antara lain, Flying High with the King Bunny, Rumput King, Slip Knot dan lain-lain.

Atas perbuatannya tersebut tersangka dijerat dengan pasal 114 ayat (2), pasal 112 ayat (2) dan pasal 132 ayat (1) UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika jonto Permenkes nomor 4 tahun 2021 tentang perubahan atas penggolongan narkotika.

“Tembakau gorila ini efeknya berlipat-lipat dan di sini terjadi tren baru, dimana sasaran peredaran narkoba sudah sampai ke wilayah pinggiran atau desa-desa dan dilakukan oleh ibu rumah tangga,” katanya.

Wakil Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, pada kesempatan yang sama menyampaikan, pihaknya sangat prihatin atas kejadian tersebut, dimana saat kasus Covid-19 turun, justru peredaran narkoba yang meningkat.

Sadewo mengungkapkan, dari beberapa informasi yang diperolehnya, salah satu tempat yang kerap menjadi lokasi penjualan narkoba adalah di tempat game online yang dipenuhi anak-anak usia sekolah.

“Saya sangat mengapresiasi kinerja BNNPJateng dan BNNK Banyumas yang telah berhasil mengungkap kasus ini, karena ini menjadi ancaman serius untuk anak-anak kita, terlebih pengedarnya adalah seorang ibu rumah tangga yang notabene tidak pernah kita sangka sebelumnya,” ucapnya.

Lihat juga...