Lebaran CDN

Ekonomi Warga Adonara Makin Terpuruk Akibat Banjir Bandang

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LARANTUKA — Dampak banjir bandang yang melanda wilayah Pulau Adonara termasuk Kecamatan Adonara Tengah dan Adonara Barat mengakibatkan perekonomian warga kian terdampak setelah sebelumnya dilanda pandemi Covid-19.

Warga Desa Wewit, Kecamatan Adonara Tengah, Kabupaten Flores Timur, NTT, Imanto Yahya saat ditemui di lokasi jembatan darurat, Minggu (11/4/2021). Foto : Ebed de Rosary

“Kondisi ekonomi masyarakat sudah lumpuh sejak adanya pandemi Covid-19 dan dengan adanya bencana ini membuat ekonomi masyarakat kian terpuruk,” sebut Waga Desa Wewit,Kecamatan Adonara Tengah, Kabupaten Flores Timur, NTT, Imanto Yahya saat ditemui di Desa Duwanur, Kecamatan Adonara Barat, Minggu (11/4/2021),

Imanto menegaskan, damlak banjir bandang membuat jembatan putus dan jalan mengalami kerusakan sehingga transportasi sulit menggunakan mobil dan hanya bisa menggunakan sepeda motor.

Dia sebutkan, rusaknya jalan dan jembatan mengakibatkan pedagang pengumpul pun belum membeli komoditi pertanian warga karena kondisi pasca bencana belum benar-benar pulih.

“Kami mengharapkan pemerintah untuk segera membangun jembatan permanen karena jalur jalan ini menghubungkan dua kecamatan bahkan lebih di wilayah Pulau Adonara,” pintanya.

Selain itu tandas Imanto, pemerintah kabupaten Flores Timur harus segera membuat kebijakan agar ekonomi masyarakat bisa kembali pulih seperti sedia kala.

Sementara itu warga Desa Wewit lainnya, Ramadhan Ismail menjelaskan, Adonara Tengah sendiri masyarakatnya rata-rata memiliki komoditi perkebunan.

Dampak putusnya jalan dan jembatan kata Rais sapaannya, pengusaha yang membeli komoditi pertanian tidak datang ke kampung dan membelinya untuk sementara waktu.

Selian itu tambah Rais, biaya buruh akan meningkat serta stok komodoto pertanian di gudang juga masih banyak dan belum terjual terutama kopra.

“Pengusaha yang biasa membeli komoditi pertanian di Waiwadan, Ibukota Kecamatan Adpnara Barat tidak datang ke kampung membeli komoditi pertanian terlebih dahulu sebab takut mengalami kerugian,” ungkapnya.

Rais juga menyesalkan masih minimnya peran Pemerintah Kabupaten Flores Timur, untuk membantu warga terdampak di berbagai kecamatan dan hanya fous di Kelurahan Waiwerang Kota dan Desa Nele Lamadike saja.

“Pemerintah terkesan lamban dalam menangani bencana banjir bandang, Warga terdampak di Kecamatan Adonara Barat dan Adonara Tengah pun sampai sekarang belum didata,” sesalnya.

Lihat juga...