Lebaran CDN

Ekosistem Hutan di Gunung Puntang Terancam Rusak

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

BANDUNG — Himpunan Pendaki Gunung Indonesia (Hipadri) mengutuk keras tindakan sejumlah oknum yang dengan sengaja melakukan alih fungsi hutan Gunung Puntang, di Kabupaten Bandung, Jawa Barat menjadi lahan perkebunan.

Candra, Ketua Hipardi saat ditemui Cendana News, di Jalur Pendakian Sonokeling Gunung Puntang, Jawa Barat, Rabu (21/4/2021). Foto Amar Faizal Haidar

Tindakan tersebut dinilai sangat merusak ekosistem hutan, dan pada gilirannya akan berpotensi menimbulkan berbagai bencana alam.

“Tiga bulan lalu saat kami melintas di jalur ini, (pohon) kaliandra masih lebat dan bagus, tapi sekarang sebagiannya sudah dibabat, lalu ditanami kacang dan sebagainya. Ini adalah alih fungsi hutan yang tidak benar, padahal kita tahu ini merupakan hutan lindung yang harus dijaga kelestariannya,” kata Candra Ketua Hipardi kepada Cendana News, Rabu (21/4/2021).

Menurut Candra, jika prilaku semacam ini dibiarkan, maka oknum-oknum yang melakukan alih fungsi hutan akan terus bertambah dan kerusakan hutan pun akan semakin parah.

“Hutan harus dikembalikan sebagaimana mestinya. Kita tidak boleh biarkan dia dirusak. Kalau sudah rusak, bencana akan datang dan kita akan sangat kesulitan melestarikan hutan itu kembali,” tukas Candra.

Hipadri sendiri kini mulai menggerakkan kegiatan penenaman pohon yang dimulai di jalur pendakian Sonokeling, Gunung Puntang. Candra menyebut, pihaknya berupaya untuk terus menjaga kelestarian hutan dan ekosistemnya, serta melawan pihak-pihak yang mencoba merusak itu.

“Kita mulai gerakan menanam satu juta pohon. Kita memohon dukungan semua pihak. Ini adalah upaya kita menjaga hutan tetap lestari dan berfungsi sebagaimana mestinya,” pungkas Candra.

Upaya penanaman pohon tersebut juga mendapat dukungan penuh dari Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan Arjasari. Abay, Koordinator Gerakan menyebut, bahwa alih fungsi hutan di gunung puntang harus dihentikan.

“Kita mendukung dan bergabung bersama Hipardi. Kita harus bersama sama mengembalikan fungsi hutan sebagaimana mestinya. Ekosistem hutan tidak boleh dirusak,” tukas Abay.

Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan Arjasari juga telah mendonasikan 500 pohon yang akan ditanam di titik-titik rawan bencana di wilayah gunung puntang.

“Semoga dukungan terus mengalir. Kita terbuka dengan siapa pun yang memiliki kepedulian terhadap hutan. Apalagi saat ini Indonesia sering diterpa bencana, itu salah satunya karena ekosistem hutan dirusak,” pungkas Abay.

Lihat juga...