Lebaran CDN

Es Cendol Dawet Khas Jakarta, Menu Segar Buka Puasa

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Es cendol dawet khas Jakarta menjadi salah satu pilihan minuman segar saat berbuka puasa di bulan Ramadan. Paduan cendol dawet dengan gula Jawa cair, santan dan es saat diminum membuat segar tenggorokan setelah seharian berpuasa. 

Minuman es cendol dawet dapat ditemui di sejumlah tempat keramaian, bahkan di gang sempit sekali pun. Seperti usaha Cendol Dawet milik Eni Bahriyah, yang berada di Gang Swadaya, Gandaria, Pekayon, Jakarta Timur.

“Saya ini jualan cendol dawet khas Jakarta, minuman tradisional yang rasanya sangat khas, kualitasnya selalu dijaga. Dan, alhamdulillah meskipun lokasi di gang kecil, tapi pembelinya banyak. Apalagi saat ini bulan puasa, banyak yang beli online,” ujar Eni, kepada Cendana News, saat ditemui di rumahnya di Gang Swadaya, Gandaria, Pekayon, Jakarta Timur, Sabtu (24/3/2021).

Eni Bahriyah sedang membuat es cendol dawet khas Jakarta yang dipesan pembeli online di rumahnya di Gang Swadaya Gandaria, Pekayon, Jakarta Timur, Sabtu (24/4/2021). foto: Sri Sugiarti.

Eni sudah setahun berjualan es cendol dawet di teras rumahnya. Pembelinya selain warga sekitar, juga banyak yang pesan online. “Kalau di sini kan di gang jarang yang lihat juga, jadi pembelinya lebih banyak yang online dengan jasa ojol,” ujarnya.

Namun, Eni juga buka cabang di Jalan Raya Kalisari, Jakarta Timur.”Alhamdulillah kalau di Kalisari justru pembelinya itu orang yang lewat, banyak juga,” imbuhnya.

Es cendol dawet buatan Eni berbeda dengan es cendol pada umumnya. Ini adalah es cendol dawet khas Jakarta. Rasa es cendolnya yang wangi daun pandan dan daun suji, bukan perasa atau pewarna buatan.

Santannya pun terbuat dari buah kelapa asli, yang diparut lalu dimasak hingga mendidih. Sehingga benar-benar terasa gurih dan nikmat.

Begitu juga dengan gula merah cairnya, dari gula Jawa asli yang dimasak hingga mendidih, lalu angkat dan saring. Saat disantap, paduan parutan cendol warna hijau dengan taburan es, santan, dan gula merah, terasa gurih, nikmat dan segar di lidah dan tenggorokan.

“Rasa  cendol dawet saya ini sangat khas, karena dibuat dari tepung beras dan tepung tapioka, pewarnanya dari daun pandan dan daun suji. Jadi, aroma harumnya saat diminum terasa adem dan segar,” ujar wanita kelahiran 37 tahun ini.

Cara membuat cendol ini, menurutnya sangat mudah, yakni campurkan tepung beras dan tepung tapioka ke dalam wajan berisi perasan daun pandan dan daun suji.

Kemudian aduk perlahan dengan api kecil hingga mengental dan meletup. Setelah matang, tuangkan adonan cendol ke dalam cetakan, lalu tekan hingga butiran cendol keluar dan jatuh ke dalam wadah.

“Untuk cetak adonan cendol, saya pakai saringan, itu juga bagus lebih khas bentuknya,” kata Eni.

Setelah adonan cendol selesai dicetak, lalu siapkan santan dan gula merah cair. Lalu, sajikan dengan es, dipadukan cendol dawet,  santan, gula merah cair ke dalam gelas. Dan, siap untuk dinikmati sebagai minuman segar buka puasa.

“Alhamdulillah, banyak pembeli es dawet cendol saya yang ketagihan karena cita rasanya yang gurih dan nikmat. Kalau bulan Ramadan ini, banyak yang beli untuk takjil buka puasa,” ujarnya.

Meskipun bulan puasa, Enny tetap buka dari pagi hingga malam. Karena pesanan online itu, menurutnya tidak kenal waktu. “Pan pasti ada yang nggak puasa, suka pesan online pakai jasa ojol,” ujarnya.

Varian  cendol dawet yang dijualnya beragam. Seperti, segelas es cendol dawet original seharga Rp6.000. Sedangkan es cendol dawet alpukat dan es cendol dawet nangka Rp10.000, dan es cendol dawet durian Rp12.000.

“Harganya murah, cita rasanya terjaga. Es cendol dawet ini sangat cocok dikonsumsi sebagai penghilang dahaga setelah seharian berpuasa. Rasanya manis, gurih dan dingin membuat segar di tenggorokan,” ungkapnya.

Selain es cendol dawet, Eni juga menjual es cincau dengan berbagai varian rasa dan  harga terjangkau.

Lihat juga...