Hari Kesadaran Autis, Forjas Bekasi Ingatkan Pendampingan Edukasi

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI — Hari Peduli Autisme Sedunia atau World Austism Awarness Day diperingati setiap tanggal 2 April. Penetapan tersebut untuk mengingatkan perlunya kesadaran dan dukungan dari masyarakat atas hak orang dengan autisme.

Kali ini, Forum Jurnalis Bekasi  melalui program Forjas Peduli memperingati Hari Autis se-Dunia dengan mengusung tema “The Transition Of Adulthood”, kegiatan ini merupakan program aksi kemanusiaan dan empati para jurnalis di Kota Patriot kepada Rumah Autis.

“Pendampingan edukasi bagi anak gangguan spektrum autisme di tengah pandemi Covid-19, penting,” ungkap Ketua Forjas Bekasi, Leny Kurniawati dalam sambutannya di Rumah Autis yang berlokasi di Jalan Al Husna, Kelurahan Jatikramat, Kecamatan Jatiasih, Jumat (2/4/2021).

Menurut Leny, kegiatan ini perlu dilakukan sebagai bentuk perhatian kepada ABK (Anak  Berkebutuhan Khusus) di tengah pandemi Covid-19, mengingat saat ini jumlah ABK saat ini di Indonesia berdasarkan data WHO meningkat.

“Rumah Autis perlu ada perhatian khusus dari eksekutif dan legislatif juga stakeholder lainnya, harus bersinergi agar kedepannya ABK merasa diperhatikan oleh banyak pihak terkait,” paparnya.

Dijelaskan Leny, pihaknya sangat prihatin lantaran banyak dari pengajar ABK di Rumah Autis tidak sesuai insentif gajinya karena masih di bawah UMK, terlebih saat ini masih terkendala dari soal perizinan sehingga perlu ada pendampingan dan perhatian dari Pemerintah Kota Bekasi dan DPRD Kota Bekasi.

Forjas Peduli terbentuk untuk memberikan rasa peduli kepada masyarakat yang kurang mendapat perhatian dan mengalami kesusahan sehingga perlu mendapat bantuan dan solusi. Hadir sebagai wadah untuk menjembatani hal tersebut, sehingga menumbuhkan rasa peduli dan empati terhadap sesama.

Leny menambahkan, Forjas Peduli bukan hanya untuk aksi kemanusiaan seperti sosial saja, bidang lain di antaranya, perempuan, layanan, pendidikan, seni budaya, pariwisata.

Ia berharap, melalui Forjas Peduli, para jurnalis bisa bermanfaat untuk sesama. “Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain,” tegasnya.

Alam salah satu senior Forjas, menambahkan, anak autis butuh pendampingan dan edukasi agar kelak mereka bisa menjadi generasi unggul bagi bangsa Indonesia.

Alam berharap ada perhatian serius, tidak hanya jadi momen pencitraan di hari peringatan autis se-dunia. Setelah itu tidak ada kepedulian, seperti sekolah ataupun pihak yang selama ini meluangkan waktu untuk mengajar anak autis.

“Contohnya seperti SLB, di Teluk Pucung, saat gencar diberitakan media, perhatian datang dari berbagai tempat, tapi setelahnya sampai sekarang SLB C Bundaku belum keluar izin, sampai mereka harus berpindah tempat gedung sekolah,” tandas Alam.

Lihat juga...