Lebaran CDN

Hari Pertama Uji Coba PTM SD di Yogya Tanpa Kendala

Editor: Koko Triarko

YOGYAKARTA – Setelah memberlakukan uji coba Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di tingkat SMA/SMK, Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta juga mulai menerapkan kebijakan serupa di tingkat SD sejak Rabu hingga Kamis (28-29/4/2021). 

Lima SD dari total 165 SD di Kota Yogyakarta mulai menggelar PTM secara terbatas. Kelima sekolah ini, antara lain SD Serayu, SD Lempuyangwangi, SD Tegalrejo 1, SD Mergoyasan, dan SD Muhammadiyah Karangkajen.

Dalam pelaksanaannya, sejumlah sekolah menyebut proses PTM berjalan lancar. Tak ada persoalan berarti yang dihadapi pihak sekolah di masa transisi seperti sekarang ini.

Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 1 Karangkajen, Tri Nugroho, bersama Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 2 Karangkajen, Novia Nuryani, menyebut ada dua tingkat siswa yang mulai mengikuti uji coba PTM ini. Yakni, siswa kelas IV dan V.

Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 1 Karangkajen, Tri Nugroho, bersama Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 2, Karangkajen Novia Nuryani. –Foto: Jatmika H Kusmargana

Para siswa dijadwalkan mengikuti PTM selama 3 hari berturut-turut di waktu yang berbeda. Yakni dengan kapasitas 50 persen per kelas.

Selama PTM, sekolah menerapkan protokol kesehatan secara ketat, sejak mulai siswa datang hingga pelajaran berarkhir.

“Saat hendak masuk, para siswa dicek suhunya, lalu masuk ke ruang kelas masing-masing dengan jarak yang sudah diatur. Begitu selesai, siswa langsung diminta pulang dengan cara dijemput orang-tua/wali murid secara bergiliran, agar tidak berkerumun,” ujar Novia, Kamis (29/4/2021).

Nugroho menambahkan, ada total 118 siswa kelas V yang dijadwalkan masuk pada hari pertama ini. Namun ternyata terdapat 5 siswa yang izin untuk tidak mengikuti PTM, karena masih berada di luar kota maupun memiliki komorbid, sehingga tetap mengikuti pelajaran secara online.

“Ada beberapa siswa yang izin. Karena memang berada di luar kota ataupun memiliki komorbid. Dan, itu tidak masalah, karena masih tetap bisa dilakukan pembelajaran secara daring,” katanya.

Sebelum mengikuti PTM, seluruh siswa sendiri telah mendapatkan izin dari para orang tua/wali murid, yang ditunjukkan lewat surat pernyataan. Seluruh guru juga telah selesai menjalankan vaksinasi tahap 2 sebagai syarat pelaksanaan PTM di sekolah.

“Secara umum, kita lihat sejauh ini berjalan lancar. Hanya saja masih ada beberapa siswa yang rumahnya dekat dengan sekolah, saat pulang tidak dijemput oleh orang tua. Ke depan, kita harapkan orang tua tetap menjemput siswa, meski rumahnya dekat. Sehingga pontensi terjadinya kerumuman bisa benar-benar diminimalisir,” pungkasnya.

Lihat juga...