Hasil Tangkapan Nelayan Teluk Lampung Didominasi Ikan Pelagis

Editor: Makmun Hidayat

LAMPUNG — Hasil tangkapan nelayan di perairan Teluk Lampung didominasi ikan pelagis atau ikan permukaan. Iwan Setiawan, salah satu bidak atau anak buah kapal penangkap ikan di dermaga Gudang Lelang, Teluk Betung, Bandar Lampung menyebut kondisi cuaca kurang bersahabat. Namun dengan penangkapan memakai jaring, bagan hasil tangkapan stabil.

Sejumlah ikan pelagis yang ditangkap menurut Iwan Setiawan jenis tongkol, cakalang, layang, kembung, kurisi, layur, kembung dan lain lain. Jenis alat tangkap jaring sebutnya menjadikan nelayan lebih dominan mendapatkan ikan pelagis. Sejumlah nelayan pengguna pancing rawe dasar, pancing jenis lain kerap mendapat ikan demersal atau ikan air dalam, ikan karang.

Iwan Setiawan bilang hasil tangkapan ikan pelagis selanjutnya disortir. Nelayan akan mendaratkan ikan di pusat pendaratan ikan Gudang Lelang untuk proses pelelangan. Hasil penjualan ikan sebagian dikirim ke sejumlah pasar di kota Bandar Lampung. Jenis ikan hasil tangkapan bernilai ekonomis tinggi sebagian dikirim ke luar Lampung.

“Nelayan tangkap sebagian berangkat melaut selama sehari semalam menyesuaikan jenis kapal dengan hasil tangkapan rata rata mencapai satu hingga dua ton memenuhi kebutuhan pasar lokal dan juga pasar luar daerah,” terang Iwan Setiawan, Senin (5/4/2021).

Iwan Setiawan (kaos tulisan NKRI) salah satu bidak atau anak buah kapal motor nelayan menyiapkan bok es untuk penangkapan ikan di perairan Teluk Lampung, Senin (5/4/ 202). -Foto Henk Widi

Melakukan aktivitas melaut di perairan Teluk Lampung, Iwan Setiawan mengaku memperhatikan saran keselamatan. Sesuai dengan prakiraan cuaca BMKG Maritim Panjang dalam tiga hari ke depan kondisi cuaca masih cukup stabil. Resiko keselamatan pelayaran bagi nelayan sebutnya tetap diperhatikan. Bagi nelayan kecepatan angin di atas 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 meter cukup berbahaya.

Suciati, salah satu pedagang ikan laut mengaku ikan pelagis hasil tangkapan nelayan diperoleh melalui proses lelang. Meski kondisi cuaca perairan kurang bersahabat, pasokan ikan cukup stabil. Berbagai jenis ikan pelagis yang kerap ditangkap nelayan dalam jumlah banyak dijual dengan harga stabil. Ikan jenis kembung, tongkol, cakalang dijual mulai harga Rp25.000 hingga Rp30.000 per kilogram.

Harga ikan laut sebut Suciati diprediksi akan naik mendekati bulan ramadan. Sebab sebagian warga menjadikan ikan sebagai alternatif lauk saat berbuka dan sahur. Jenis ikan demersal atau ikan perairan dasar sebutnya dijual dengan harga stabil. Jenis ikan kakap dijual Rp40.000, ikan kerapu Rp45.000, ikan simba Rp50.000. Ikan bernilai ekonomis tinggi kerap dipesan usaha kuliner boga bahari (seafood).

“Sebagian ikan hasil tangkapan nelayan disimpan untuk stok dengan lemari pendingin karena ramadan tinggal pekan depan,” ulasnya.

Fenomena kenaikan harga ikan jelang Ramadan pada ikan pelagis dan demersal sebut Suciati wajar. Lonjakan harga ikan disebabkan oleh permintaan tinggi dari masyarakat. Sementara suplai ikan kerap terbatas dari proses pelelangan. Sebagian ikan pelagis jenis kurisi sebutnya banyak dimanfaatkan warga untuk bahan pembuatan ikan giling. Ikan giling jadi bahan pembuatan empek empek, otak otak yang dijual saat ramadan.

Sistem lelang konvensional pada hasil tangkapan nelayan sebut Suciati jadi cara mendapat ikan untuk dijual. Selain dibeli oleh pedagang ikan di pasar Gudang Lelang, pelelangan ikan memenuhi kebutuhan pelele. Pelele merupakan pedagang ikan keliling untuk dijual kembali ke permukikan warga. Sebagian pembeli merupakan distributor yang akan memasok ke sejumlah pasar tradisional.

“Kami harus bersaing dengan pembeli lain dalam proses lelang agar mendapatkan ikan untuk dijual,”tegasnya.

Valentina, salah satu pecinta olahan berbahan ikan mengaku kerap membeli ikan demersal. Ikan perairan dalam yang disukainya jenis kerapu dan kakap meski harga rata rata di atas Rp40.000 per kilogram. Ikan tersebut kerap akan diolah menjadi pindang. Sementara jenjs ikan pelagis yang dibeli olehnya berupa kembung untuk olahan pepes.

Lihat juga...