Lebaran CDN

Hindari Minuman Bersoda dan Dingin Saat Berbuka Puasa

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

PURWOKERTO – Setelah menahan haus dan lapar seharian, minuman yang manis dan dingin menjadi hidangan yang diburu bagi sebagian orang. Namun, demi menjaga kesehatan, sebaiknya minuman bersoda, terlebih yang dingin dihindari saat berbuka puasa.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banyumas, Sadiyanto mengungkapkan, minuman bersoda mengandung kadar gula yang tinggi. Dan jika disajikan dalam kondisi dingin, akan dapat memicu munculnya penyakit yang serius.

“Dalam satu botol kecil minuman soda berukuran 350 ml, terdapat kandungan kadar gula hingga 25 gram lebih. Ini berlebihan untuk asupan gula dalam tubuh kita, belum lagi ditambah dengan asupan gula dari makanan lainnya, karena orang saat berbuka cenderung mengonsumsi makanan dan minuman yang manis-manis,” ucapnya, Jumat (23/4/2021).

Mengonsumsi makanan atau minuman yang tinggi kadar gulanya, lanjut Sadiyanto, bisa menyebabkan berbagai penyakit serius. Antara lain diabetes, risiko gagal jantung, stroke dan kanker. Sehingga, saat berbuka puasa lebih baik menghindari makanan dan minuman yang mengandung soda, lemak tinggi dan gula.

Sebaliknya, lanjutnya, perbanyak mengonsumsi buah dan sayur serta makanan yang bergizi untuk menjaga stamina tubuh saat puasa di tengah pandemi Covid-19.

“Ini puasa kedua di tengah pandemi, sehingga saya kira masyarakat sudah cukup paham akan cara-cara menjaga kondisi tubuh. Misalnya, saat berbuka dan sahur, konsumsi makanan yang bergizi, yang terpenting buah dan sayur harus cukup, begitu pula asupan air putih,” terangnya.

Hal lain yang tidak kalah pentingnya untuk menjaga stamina tubuh adalah olahraga ringan secara rutin, serta cukup istirahat. Menurut Sadiyanto, banyak orang yang meninggalkan kebiasaan berolahraga saat berpuasa, padahal olah raga itu penting untuk menjaga kebugaran tubuh.

“Tidak perlu olah raga yang menguras banyak tenaga, cukup olah raga ringan seperti jalan pagi sehabis Subuh, yang penting rutin. Dan satu lagi yang harus diperhatikan, mengingat masih pandemi, maka dalam beribadah di luar rumah, harus tetap menjaga protokol kesehatan,” pesannya.

Terkait aktivitas olah raga yang jarang dilakukan selama puasa ini, diakui oleh Anjar Asmara, warga Kecamatan Purwokerto Selatan. Menurutnya, butuh kemauan kuat untuk berolahraga di tengah bulan Ramadan ini. Selain siklus jam makan dan tidur yang berubah, puasa juga membuat orang meningkat aktivitas tidurnya.

“Mencari waktu untuk berolahraga itu sulit saat puasa, selepas Subuh, rasa kantuk sudah menyerang dan saat sore hari, kita disibukkan dengan aktivitas menyiapkan hidangan berbuka puasa, jadi memang harus pandai-pandai mengatur waktu,” tuturnya.

Lihat juga...