Hujan Deras Berhari-Hari, Jalan Antardesa di Aceh Barat Daya Putus

  Tim Tagana meninjau jalan antar desa yang putus total akibat hujan deras melanda Kabupaten Aceh Barat Daya, Kamis (1/4/2021) - foto Ant

BANDA ACEH – Ruas jalan penghubung antardesa, di Kabupaten Aceh Barat Daya putus, akibat hujan deras yang melanda daerah setempat dalam beberapa hari terakhir.

Koordinator Taruna Siaga Bencana (Tagana) Aceh Barat Daya, Aceh, Yasri Gusman mengatakan, jalan yang putus akibat hujan deras tersebut terletak di kawasan Desa Tokoh II, Kecamatan Lembah Sabil.

“Akibatnya, kendaraan roda empat dan roda dua tidak bisa lagi melintas, sehingga akses transportasi antardesa di Kecamatan Lembah Sabil saat ini lumpuh,” kata Yasri, di Blangpidie, Kamis (1/4/2021).

Jalan antardesa putus pada Selasa (29/3/2021) malam. Jalan tersebut menghubungkan dua desa di Kecamatan Lembah Sabil, di antaranya Desa Tokoh II menuju Desa Alue Rambot. Pelaksana harian (Plh) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten (BPBK) Aceh Barat, DayaHafiddin menjelaskan, jalan yang terputus itu sudah lama dalam kondisi rusak. Namun, selama ini masih bisa dilalui kendaraan.

“Informasi dari petugas BPBK di lapangan, jalan itu sebelumnya memang sudah lama rusak, cuma masih bisa dilalui kendaraan, karena kerusakannya belum begitu parah. Sekarang tidak bisa lewat lagi, putus total,” kata Daya, Kamis (1/4/2021)

BPBK telah menurunkan petugas penanggulangan bencana kabupaten ke lapangan, untuk meninjau kerusakan jalan antar desa tersebut. Diharapkan penangaan bisa secepatnya dilakukan, untuk kondisi darurat. “Tim BPBK Abdya sudah turun ke lapangan. Mereka bersama Camat melakukan input data, sebagai bahan untuk kita laporkan kepada pimpinan, agar proses penanganan secara darurat bisa kita laksanakan,” ujarnya.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi memperkirakan, sejumlah wilayah di Aceh masih diguyur hujan deras hingga tiga hari ke depan. Oleh karenanya, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

“Waspada terhadap dampak banjir dalam sekala menengah di wilayah bantaran sungai, dataran rendah, daerah hilir serta tanah longsor untuk wilayah dataran tinggi dengan potensi dalam sekala menengah hingga tinggi,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG, Stasiun Meteorologi Kelas I Aceh Besar, Zakaria Ahmad.

Curah hujan tinggi selama beberapa hari ke depan itu disebabkan oleh adanya belokan angin di Aceh. Kemudian adanya anomali suhu muka laut di pesisir Utara Aceh, Selat Malaka dan Samudra Hindia Barat Aceh. “Keadaan ini dapat meningkatkan penguapan air laut, dan dapat memicu cuaca buruk di Provinsi Aceh,” tandasnya.

Beberapa daerah yang masih diguyur hujan deras meliputi Aceh Barat, Aceh Jaya, Pidie, Aceh Besar, Kota Banda Aceh, Aceh Jaya, Bener Meriah, Aceh Tengah, Pidie Jaya, Gayo Lues, Bireuen, Nagan Raya, Aceh Barat Daya (Abdya) dan Aceh Selatan. (Ant)

 

Lihat juga...