Hujan Perparah Kerusakan Jalan Menuju Objek Wisata Bahari Pesawaran

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

LAMPUNG — Sejumlah pelaku usaha, wisatawan dan warga keluhkan kerusakan akses jalan Way Ratai. Akses jalan penghubung kota Bandar Lampung dan sejumlah wilayah pesisir Kabupaten Pesawaran itu bertambah rusak imbas hujan hingga kendaraan bertonase berat.

Koidir, salah satu pedagang sate ayam keliling menyebut sejumlah titik kerusakan jalan menghambat mobilitas warga. Akses jalan yang rusak cukup parah sebutnya berada di tugu perbatasan Pesawaran, sejumlah titik di Kecamatan Teluk Pandan hingga Padang Cermin. Meski akses jalan rusak, animo masyarakat untuk berwisata masih tinggi terutama saat libur Paskah.

Sebagian warga yang melintas di sejumlah titik jalan rusak kerap mengalami kecelakaan yang didominasi imbas jalan berlubang dipenuhi kubangan air. Beberapa warga berinisiatif menambal jalan dengan memakai tanah agar menutup lubang sementara.

“Titik jalan berlubang ada di beberapa lokasi paling banyak di perbatasan gapura Pesawaran hingga mendekati akses objek wisata pantai Sari Ringgung, akses jalan yang sebagian rusak juga ditambah beberapa yang sempit kerap membahayakan pengguna jalan pada sejumlah tanjakan, tikungan yang butuh pelebaran,” cetus Koidir saat ditemui Cendana News, Minggu (4/4/2021).

Koidir bilang sejumlah pengendara harus ekstra hati hati saat melintas terutama saat penghujan. Hujan yang turun dalam beberapa pekan terakhir tanpa drainase yang mendukung berimbas air menggenang di badan jalan. Meningkatnya kunjungan wisatawan dengan memakai moda transportasi mobil kerap berimbas kemacetan.

Pedagang sate keliling, Koidir mencoba peruntungan di sejumlah objek wisata pantai salah satunya di pantai Klara, Desa Batu Menyan, Kecamatan Teluk Pandan, Pesawaran, Minggu (4/4/2021). Foto: Henk Widi

Harsono, salah satu pengunjung pantai Mutun di Desa Sukajaya, Lempasing yang mengendarai mobil menyebutkan, akses jalan yang mulus masih bisa dilaluinya pada sebagian wilayah kota Bandar Lampung. Namun memasuki wilayah Pesawaran menuju ke kawasan wisata pantai sebagian jalan rusak yang menyebabkan waktu tempuh terhambat, yang seharusnya mencapai setengah jam.

“Akhir pekan berbarengan dengan libur Paskah membuat kunjungan wisatawan meningkat, jalanan menjadi macet,”cetusnya.

Ia berharap pihak terkait segera melakukan perbaikan akses jalan yang rusak tersebut. Sebab selain memperlancar mobilitas warga, kegiatan sektor pariwisata ikut terdukung.

Viviani, salah satu pengujung pantai Klara di Desa Batu Menyan mengaku pantai di Pesawaran cukup indah. Namun ia menyebut potensi keindahan alam pantai yang menjadi magnet bagi wisatawan terhambat pada sejumlah titik oleh kerusakan jalan. Ia mengaku memilih pantai Klara karena lokasi di tepi Jalan Way Ratai dan mudah dijangkau.

Lihat juga...