Lebaran CDN

Ikan Hias Jenis Manfish Masih Jadi Primadona Penghobi

Editor: Makmun Hidayat

BEKASI —  Popularitas ikan hias jenis manfish tetap menjadi primadona di kalangan penghobi. Hal itu, memberi keuntungan di kalangan pembudidaya di wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat. 

Budidaya ikan hias masih menjadi primadona, di wilayah Kota Bekasi Jawa Barat, salah satunya adalah jenis ikan manfish yang masih tetap bertahan meskipun terus bermunculan jenis baru.

Ikan hias jenis manfish masih populer dan diburu para penghobi karena memiliki keunikan  dan warna menawan karena  bentuknya. Manfish merupakan ikan hias air tawar dan budidayanya pun terbilang mudah sama dengan jenis ikan hias lainnya.

“Ikan hias jenis manfish harganya masih tetap tinggi dan diburu para penghobi. Pesanan terus berdatangan dari berbagai tempat pasar ikan di Jabodetabek,” jelas Mansur, pembudidaya ikan hias di Jatiasih, kepada Cendana News, Senin (19/4/2021).

Mansur, pembudidaya ikan hias di Jatiasih, Senin (19/4/2021) -Foto M. Amin

Mansur mengakui, dalam melakukan budidaya ikan manfish memiliki keunikan tersendiri dibanding ikan hias jenis lainnya. Karena manfish termasuk salah satu jenis ikan sedikit rakus dibanding lainnya. Sehingga pakannya pun lebih banyak dibanding lainnya seperti cacing sutra, cacing beku, jentik nyamuk, tubifex dan juga pelet.

Untuk antisipasi Mansur, mengaku sengaja memisahkan jenis ikan hias manfish, karena terkadang galak dengan jenis ikan hias jenis lainnya. Sehingga harus di pisahkan ditempat tersendiri.

“Manfish memiliki keunikan pada bentuk dan warna. Ia mirip seperti ikan layangan karena bentuk dan corak warnanya. Harganya pun stabil per ekor mencapai Rp7000 jika masih belum jadi,” jelas Mansur.

Harga berbeda pada jenis pilihan,  sepasang bisa Rp50 ribu dan telah ditempatkan ditempat khusus. Karena jelas Mansur, biasa ada pesanan untuk budidaya sendiri melalui akuarium atau lainnya. Ikan manfish bergerombol dan menambah keindahan ketika di akuarium.

Harga pasar untuk jenis ikan tersebut relatif stabil dan masih jadi buruan kalangan pencinta ikan hias. Tidak pernah turun, sehingga untuk budidaya sangat direkomendasikan.

Mansur juga mengakui meski dirinya telah lama menekuni budidaya ikan hias, tapi tidak pernah mendapat perhatian apapun. Padahal, imbuhnya, kerap dari Dinas Perikanan hadir ambil gambar, tapi bantuan tidak datang.

“Proposal sudah dibuat, bahkan saya pun pernah magang seminggu ikut pelatihan budidaya. Nanti dijanjikan dapat bantuan, tapi sampai sekarang nol,” papar Mansur.

Untuk itu lanjut Mansur, saat ini banyak pembudidaya, jika dinas turun ke lokasi mereka untuk bertemu langsung pergi mengelak. Dinas hadir hanya ambil gambar atau lainnya. Menurutnya, pembudidaya sudah malas melayani hanya dijadikan komoditas semata.

Lihat juga...