Lebaran CDN

Ini Hasil Evaluasi Uji Coba PTM di Jateng

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SEMARANG – Ratusan sekolah dari jenjang SD, SMP, SMA, SMK sederajat di Jateng sudah menggelar uji coba pembelajaran tatap muka (PTM), mulai 5 – 16 April 2021 lalu. Evaluasi pun digelar untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan atau kendala yang dihadapi. Hasilnya?

“Secara umum berjalan bagus, namun dari sisi kedisiplinan penerapan protokol kesehatan, justru ada catatan bagi para guru. Jika para siswa sudah melakukan dengan baik, bapak ibu guru malah ada yang tidak disiplin,” papar Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo di kantor dinas Gubernuran Jateng, Semarang, Senin (19/4/2021).

Dalam beberapa kali sidak, pihaknya masih menemukan guru di sekolah uji coba PTM, justru tidak taat prokes. Mereka masih tidak menjaga jarak, berkerumun bahkan ada yang melepas masker yang dikenakan.

“Saya mohon betul, agar bapak ibu guru untuk memperbaiki terkait kedisiplinan prokes. Terkadang mereka masih lupa, karena kebiasaan ngobrol berdekatan, maskernya dibuka saat ngobrol, ngajar di ruang kelas maskernya dibuka dan lainnya. Untuk itu, saya minta semua guru memperbaiki,” tegasnya.

Di satu sisi, terkait munculnya klaster covid-19 di salah satu SMAN di Kabupaten Sragen, dirinya menegaskan sekolah tersebut tidak ikut serta sebagai pelaksana uji coba PTM.

“Sudah kita cek, sekolah tersebut tidak ikut serta uji coba PTM. Justru sebenarnya yang kita awasi itu yang tidak PTM, dan ternyata dia tidak melaksanakan aktivitas di sekolah. Hanya ada guru yang ketularan dari kegiatan lain dan menularkan pada teman-temannya,” terangnya.

Terkait kondisi terkini, Ganjar mengatakan klaster di sekolah tersebut, sudah ditangani. Beberapa guru dan karyawan yang terkonfirmasi covid-19 dinyatakan orang tanpa gejala (OTG) dan sudah sembuh, meski ada tiga orang guru yang meninggal akibat covid-19.

“Maka saya sampaikan hati-hati betul, baik yang PTM atau tidak, sebab mereka tetap masuk ke sekolah dalam memberikan pembelajaran secara daring. Ini harus ketat dan disiplin dalam penerapan prokes. Semua ini belum selesai, semua harus tetap ketat,” tandasnya.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng, Hari Wuljanto, menuturkan terkait evaluasi uji coba PTM di Jateng, yang dinilai berjalan bagus, pihaknya akan menambah sekolah peserta.

“Uji coba PTM tahap II akan digelar pada 26 April – 7 Mei 2021 mendatang. Kemungkinan sekolah peserta akan kita tambah, kalau tahap I lalu ada kurang lebih sebanyak 140 sekolah, untuk jenjang SD, SMP, SMA dan SMK,” terangnya.

Meski demikian, saat ini masih dalam tahap pembahasan terkait jumlah sekolah dan teknis lainnya.

“Saat ini juga ada beberapa kabupaten/kota, yang menyampaikan permintaan terkait pelaksanaan ujian sekolah secara tatap muka atau luring. Namun saat ini, kita belum memutuskan apakah diberikan izin atau tidak, masih kita minta untuk menyampaikan persiapan masing-masing sekolah,” lanjutnya.

Pihaknya berharap seluruh sekolah bisa menaati ketentuan yang ada, dan tidak boleh jalan sendiri sebelum diizinkan.

“Nanti akan ada tim untuk melakukan review persiapan. Harapannya, semua memang sudah siap, jika memang akhirnya nanti diizinkan, semuanya bisa aman terkendali, “pungkasnya.

Lihat juga...