Lebaran CDN

Inilah Langkah Agar Benih Cepat Pecah dan Tumbuh

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Langkah pertama dalam berkebun, berupa semai benih. Meski terlihat mudah, namun masih banyak yang gagal. Lalu bagaimana caranya agar semai benih bisa cepat sprout, atau pecah dan tumbuh tunas?

“Ini memang menjadi kendala yang sering dihadapi oleh penggemar atau penghobi berkebun, khususnya yang baru belajar. Imbasnya, terkadang mereka jadi patah semangat, padahal jika dilakukan dengan benar, penyemaian ini relatif mudah,” papar penggiat pertanian dari Sekolah Berkebun Ceria (SBC) Semarang, Wahyu Aditya Yunanto, saat dihubungi di Semarang, Senin (26/4/2021).

Dijelaskan, ada beberapa teknik yang bisa dicoba agar penyemaian bisa berhasil atau cepat keluar tunas.

“Langkah awal, yang bisa dicoba, dengan merendam benih dengan air hangat. Kira-kira selama 5-6 jam. Tujuannya untuk memecah dormansi benih, yakni keadaan berupa kulit biji yang keras dan kedap air, sehingga menjadi penghalang mekanis masuknya air atau gas,” terangnya.

Selain itu, bisa juga direndam dengan air bawang merah. Hal ini karena bawang merah mengandung zat pengatur tumbuh, yang berguna agar benih cepat sprout. Caranya pun mudah, masukkan potongan bawang merah kedalam air hangat, kemudian benih yang akan disemai direndam terlebih dulu selama 1-3 jam.

Langkah selanjutnya, tempatkan benih tersebut di tempat gelap. “Kalau dulu sewaktu masih SD, diajarkan menyemai biji kacang hijau, dengan kapas dan diletakkan di bawah kolong tempat tidur, karena itu daerah yang gelap. Tujuannya agar cepat tumbuh. Setelah pecah benih, baru diletakkan di tempat teduh,” lanjutnya.

Wahyu menjelaskan, untuk menghasilkan tunas yang bagus, juga diperlukan benih yang berkualitas. Mutu benih ini juga berpengaruh pada cepat atau tidaknya sprout.

“Untuk memilih biji yang bagus, bisa dilakukan dengan cara merendam dengan air bersih. Benih yang bagus akan tenggelam, namun sebaliknya, jika tidak bagus, benih tersebut akan mengapung. Tandanya kosong,” terangnya lagi.

Petugas Urban Farming Corner (UFC) Dinas Pertanian Kota Semarang, Wahyudi, saat dihubungi di Semarang, Senin (26/4/2021). Foto Arixc Ardana

Hal senada juga disampaikan, petugas Urban Farming Corner (UFC) Dinas Pertanian Kota Semarang, Wahyudi. Dijelaskan, untuk mempercepat sprout, media tanam benih juga perlu dijaga kelembabannya.

“Caranya mudah, cukup dengan menyemprotkan air bernutrisi, secara merata ke benih yang disemai. Ini perlu dilakukan 2-3 hari sekali. Meski harus dijaga kelembabannya, usahakan jangan sampai tergenang air, dikhawatirkan akan membuat benih busuk,” terangnya.

Dijelaskan, untuk mempermudah penyemaian, juga sebaiknya menggunakan tray semai. “Pemilihan media semai juga berpengaruh pada kecepatan benih tumbuh. Media semai yang bisa digunakan, berupa campuran tanah yang sudah diayak, arang sekam dan kompos atau pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1, campurkan semua bahan hingga merata,” terangnya.

Kemudian, masukkan media semai tersebut ke dalam pot tray atau tray semai kemudian siram air hingga merata. Tunggu beberapa menit hingga air tidak lagi menetes dari lubang ujung bawah tray semai.

“Misalkan untuk semai biji tomat, kangkung atau sawi. Setelah media semai siap dalam tray semai, masukkan satu butir benih pada tiap lubang semai, kemudian tutup kembali dengan media semai,” ungkapnya.

Untuk mempercepat proses perkecambahan tutup persemaian dengan plastik gelap atau penutup lainnya, sekitar 3-4 hari kemudian tutup persemaian dibuka, dan biasanya benih telah berkecambah. “Jika belum, bisa ditutup kembali, tidak lupa disemprot air bernutrisi untuk mempercepat,” pungkasnya.

Lihat juga...