Lebaran CDN

Inilah Penerapan Prokes Uji Coba PTM di Semarang

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

SEMARANG – SDN Pleburan 04 Kota Semarang, menjadi salah satu dari 87 sekolah negeri dan swasta untuk jenjang TK-SD dan SMP, yang melaksanakan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) tahap II di Kota Semarang, yang sudah dimulai sejak Senin (26/4/2021) lalu. Dalam uji coba tersebut, penerapan protokol kesehatan (prokes) menjadi syarat utama dalam pelaksanaan PTM.

“Sebelum menggelar uji coba PTM, kita sudah lakukan simulasi terlebih dulu, sehingga seluruh peserta sudah siap, baik bagi siswa maupun guru,” papar Kepala Sekolah SDN Pleburan 04 Semarang, Tanti Puji Astuti saat ditemui di sekolah tersebut, Jumat (30/4/20210.

Dijelaskan, sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang sudah ditetapkan sekolah, penerapan prokes selama uji coba PTM di sekolah tersebut dilakukan dalam beberapa tahapan, yang dilakukan setiap hari.

“Pertama, kita lakukan sterilisasi terlebih dulu pada ruang kelas dan lingkungan. Itu pagi hari sebelum siswa dan guru datang. Kemudian siswa datang diantar orang tua. Siswa dan guru harus dicek suhu tubuh dulu, setelah itu cuci tangan, baru kemudian untuk siswa, diarahkan ke kelas masing-masing,” terangnya.

Dalam proses menuju ke ruang kelas, siswa mengikuti alur masuk yang dipandu oleh guru piket. Sebelum masuk kelas, siswa juga wajib menggunakan hand sanitizer yang ada di depan masing-masing kelas.

“Setelah itu, siswa dipandu untuk menempati meja sesuai nomor yang sudah ditentukan. Mereka duduk sendiri-sendiri, satu meja satu bangku, dengan diberi jarak antar meja. Jika sudah siap semua, guru akan mengecek kesiapan alat tulis siswa. Harus membawa sendiri-sendiri, tidak boleh saling pinjam. Ini juga menjadi bagian dari pencegahan penularan covid-19,” tegasnya.

Selanjutnya, proses kegiatan belajar mengajar (KBM) pun dimulai. Secara berkala siswa juga menggunakan hand sanitizer. Termasuk dilakukan edukasi terkait apa itu covid-19 dan pencegahannya, hingga bagaimana mencuci tangan dengan baik dan benar.

“Semua siswa juga wajib menggunakan masker dan face shield. Sementara, saat akan pulang sekolah, siswa juga membersihkan meja dengan disinfektan, yang dibantu guru dalam menyemprotkan. Ini juga menjadi cara, agar melatih siswa dalam pencegahan covid-19,” tandas Tanti.

Siswa yang sudah dijemput orang tua atau perwakilan keluarga, baru bisa meninggalkan sekolah. “Kita ada tanda pengenal khusus tiap siswa, yang dilengkapi dengan nama dan foto siswa. Jadi penjemput harus menunjukkan itu. Setelah itu, siswa yang bersangkutan akan dipanggil melalui pengeras suara. Saat keluar mereka juga, mengikuti alur keluar yang disiapkan. Siswa diharuskan mencuci tangan lagi,” lanjutnya.

Setelah proses KBM selesai, seluruh ruang kelas yang digunakan kembali disterilisasi menggunakan cairan disinfektan. Proses ini terus dilakukan selama uji coba PTM, sehingga diharapkan saat nanti dilakukan PTM pada Juli 2021 mendatang, pihak sekolah dan siswa sudah siap.

“Selain itu, para guru pengajar juga sudah mengikuti vaksinasi covid-19. Mudah-mudahan dengan upaya ini, pencegahan covid-19 bisa kita optimalkan, siswa pun bisa mengikuti proses KBM dengan maksimal,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri, menjelaskan, dalam pelaksanaan uji coba PTM, seluruh sekolah atau satuan pendidikan peserta uji coba, sudah memiliki dan membentuk Satgas Covid-19.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri, saat dihubungi di Semarang, Jumat (30/4/2021). Foto: Arixc Ardana

“Mereka ini bertugas untuk mengawasi penerapan prokes selama uji coba berlangsung, serta masing-masing sekolah juga sudah menyusun SOP PTM dan berkoordinasi dengan puskesmas terdekat, lurah, camat, kapolsek, danramil, dan lainnya,” terangnya.

Gunawan menjelaskan, pada PTM tahap I dan II pada prinsipnya sama, masih uji coba. Bedanya, jumlah sekolah yang melaksanakan PTM tahap II lebih banyak, dan semua wajib menerapkan SOP protokol kesehatan yang ketat.

“Uji coba PTM tahap II idi Kota Semarang, yang berlangsung hingga 7 Mei 2021 mendatang, diikuti sebanyak 87 sekolah. Rinciannya, 1 TK negeri, 30 SD negeri, 8 SD swasta, 44 SMP negeri, serta 4 SMP swasta. Khusus untuk SMPN di Kota Semarang semuanya ikut serta dalam uji coba tahap II, sedangkan untuk SDN, masing-masing satu sekolah di setiap kecamatan,” pungkasnya.

Lihat juga...