Lebaran CDN

Inilah Tips agar Berhasil Budi Daya Cacing Sutera

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Kendala budi daya cacing sutera adalah bagaimana memastikan cacing sutera bersih dan hidup. Sehingga perlu diperhatikan habitatnya dan proses pencucian pasca-panen.

Dosen Akuakultur Faperta UGM, Dr. Ir. Ign. Hardaningsih, MSi, menyatakan, kebutuhan akan cacing sutera atau Tubifex sp pada pembenihan ikan, terutama lele maupun pelaku industri ikan hias menyebabkan budi daya ikan sutera menjadi salah satu pilihan usaha.

Dosen Akuakultur Faperta UGM, Dr. Ir. Ign. Hardaningsih, MSi, menjelaskan cara budi daya cacing sutera yang baik, dalam bincang online budi daya cacing sutera, Senin (26/4/2021) – Foto: Ranny Supusepa

“Kendala mengembangkan cacing sutera adalah memastikan habitat hidupnya sesuai kebutuhan. Cacing ini sangat peka terhadap salinitas, suhu dan karena hidup secara organik yaitu lumpur, membutuhkan pencucian yang lebih lama agar tidak bau,” kata Hardaningsih, dalam bincang online budi daya cacing sutera, Senin (26/4/2021).

Ia menyatakan, untuk berhasil budi daya, yang perlu dilakukan para pembudi daya cacing sutera adalah memastikan tempat berkembang biak yang sesuai.

“Pertama, harus dipastikan bahwa air selalu mengalir secara pelan. Ini untuk memastikan suhu dan ketersediaan oksigen sekitar 3-8 ppm. Cacing sutera ini kalau makan anterior atau bagian kepalanya ada di bagian bawah, di dalam lumpur, tapi bagian ekornya mengarah ke atas untuk bernafas,” ucapnya.

Penambahan air di saat siang hari, terutama jika suhu panas, harus dilakukan untuk memastikan suhu kolam terjaga antara 18-20 derajat Celcius.

“Kalau mau ditambahkan penutup, seperti paranet juga bisa. Jadi paparan cahaya tidak full masuk ke kolam budi daya dan juga mencegah masuknya air hujan ke kolam budi daya,” ucapnya lagi.

Untuk pemupukan dasar media, bisa dilakukan pemupukan fermentasi agar amonia yang dihasilkan tidak terlalu banyak.

“Yaitu menggunakan probiotik dan molase. Ini didiamkan dulu selama 3-4 hari, baru nanti benih cacing sutera disebar dengan takaran 1 liter per meter persegi,” ungkapnya.

Pemberian pakan dapat dilakukan dengan menebarkan secara langsung ke kolam budi daya.

“Dalam periode sekitar 40 hari, sudah bisa panen cacing sutera dewasa. Bisa dilihat dari cacing sutera yang terlihat gendut dan warna merahnya lebih keras dibandingkan cacing yang masih muda umurnya,” ujarnya.

Hardaningsih menyebutkan, setelah panen cacing sutera dapat dibilas dengan metilin blue atau dialirkan di air selama 12 jam. Selain untuk menghilangkan bau juga untuk menghilangkan bakteri.

“Baunya bukan hanya pada cacingnya tapi juga pada tangan kita. Sehingga ini tantangan juga buat pembudi daya. Mau usaha cacing sutera ya harus berani bau,” pungkasnya seraya tertawa.

Lihat juga...