Lebaran CDN

Jadi Korban Pemerasan, Lima Kades di Banyumas Melapor ke Polresta

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

PURWOKERTO — Sebanyak lima orang kepala desa (kades) di Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Rabu (28/4/2021) melaporkan tindak pemerasan yang disertai ancaman terhadap mereka oleh salah satu LSM di Banyumas. Total uang yang sudah diberikan mencapai Rp375 juta.

Ketua DPC Peradi Purwokerto, Happy Sunaryanto SH MH yang mendampingi kades mengatakan, kemarin pihaknya baru melakukan pengaduan ke Polresta Banyumas. Melihat fakta-fakta yang terungkap, maka hari ini langsung dilakukan pelaporan.

“Kita sudah resmi melaporkan tadi sore dengan nomor laporan STTLP/43/IV/2021/Jateng/Resta Bms, yang melaporkan pertama adalah Wagiyah, Kades Sibrama, Kecamatan Kemranjen,” jelasnya, Rabu (28/4/2021).

Selain Kades Sibrama, pelapor lainnya yaitu Kades Petarangan Zaenal Mustofa, Kades Grujugan Sugeng Susyanto, Kades Sibalung Muklas dan Kades Karanggintung Aris Rohmadi.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi, Timoteus Prayitnoutomo SH mengungkapkan, terlapor merupakan ketua LSM GNPK koordinator wilayah Barlingmascakeb, atas nama SB. Modusnya, terlapor mengirimkan surat ke desa-desa yang meminta agar desa menyerahkan laporan APBDes untuk dilakukan audit. Setelah keluar hasil audit, terlapor meminta sejumlah uang kepada para kades.

“Awalnya para kades tidak mau menyerahkan APBDes, tetapi kemudian diancam dan pada akhirnya dimintai sejumlah uang,” terangnya.

Kades Sibrama, Wagiyah mengungkapkan, saat menolak memberikan laporan APBDes, terlapor mengancam akan mendatangkan orang kejaksaan untuk mengambil paksa laporan tersebut, sehingga ia akhirnya menyerahkan. Laporan keuangan Desa Sibrama sendiri sebenarnya sudah lolos dari audit inspektorat, namun terlapor tetap meminta sejumlah uang.

“Sebenarnya saya juga menolak untuk memberikan uang, karena laporan keuangan desa sudah benar dan sudah diterima oleh pihak terkait, tetapi yang bersangkutan mengancam dengan mengatakan kades yang tidak mau dibina akan dibinasakan. Hingga pada akhirnya saya memberikan uang yang dimintanya,” tuturnya.

Total uang yang sudah diserahkan oleh Wagiyah sebanyak Rp65 juta dan diberikan secara tunai. Pertama diberikan Rp20 juta, kemudian diberikan lagi Rp45 juta dan uang tersebut diterima oleh perantara yang merupakan orang suruhan dari terlapor.

“Kejadiannya bulan Januari 2021 kemarin dan sekarang kita baru berani untuk melaporkan,” katanya.

Atas banyaknya kades menerima surat dari LSM tersebut, maka PBH DPC Peradi Purwokerto membuka posko pengaduan untuk para kades serta masyarakat yang menjadi korban pemerasan.

“Jangan takut untuk melapor, nanti kita akan dampingi hingga tuntas,” kata Sekretaris PBH Peradi, Dwi Prasetyo SA SH.

Sementara itu, Kapolres Banyumas, Kombes Pol M Firman L Hakim melalui Kasat Reskrim, Kompol Berry membenarkan adanya pelaporan tersebut. Saat ini sudah ada 17 orang saksi yang diperiksa dan statusnya sudah naik ke penyidikan.

“Kalau penetapan tersangka belum ada, tetapi sudah 17 orang saksi yang kita mintai keterangan,” jelasnya.

Lihat juga...