Lebaran CDN

Jangkau Penghuni Rusun, TransJakarta Buka Lagi Empat Koridor Pelayanan Non-BRT

JAKARTA — PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) membuka lagi empat koridor pelayanan Non-Bus Rapid Transit (Non-BRT) untuk menjangkau masyarakat penghuni rumah susun (Rusun) di Jakarta Timur dan Jakarta Utara, Kamis.

Direktur Operasional PT TransJakarta Prasetia Budi dalam keterangan tertulis di Jakarta, mengatakan untuk menaiki bus dari empat koridor tersebut, yaitu koridor 12F, 11M, 10B dan 10A, pelanggan wajib memiliki kartu penghuni rusun serta melakukan “tap” masuk dan keluar pada alat “tap on bus” (TOB) di dalam armada bus tanpa dipotong saldo alias gratis.

Koridor 12F melayani penumpang dari Rusun Marunda sampai Rusun Waduk Pluit (Jakarta Utara), koridor 11M melayani dari Rusun Rawa Bebek sampai Bukit Duri (Jakarta Timur), koridor 10B melayani penumpang dari Rusun Cipinang Besar Selatan – Penas Kalimalang (Jakarta Timur), dan koridor 10 A melayani Rusun Marunda – Tanjung Priok (Jakarta Utara).

Dilansir dari aplikasi TIJE, bus non-BRT yang melewati koridor 12F setelah Rusun Waduk Pluit akan melewati rute halte Pakin, Plumpang Pertamina, Wali Kota Jakarta Utara, Permai Koja, Madya Kebantenan, Bidara 2, Rumah Sipitung, Rusun Marunda 2 – Rusun Marunda

Kemudian bus koridor 12F arah sebaliknya setelah halte Rusun Marunda akan melewati halte Rusun Marunda 1, Simpang Pitungan, Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), Bidara 1, Kebantenan, Landmark Pluit Auto Plaza dan Rusun Waduk Pluit.

Selanjutnya, bus non-BRT koridor 11M setelah halte Rusun Rawa Bebek akan melewati halte Wali Kota Jakarta Timur, Penggilingan, Perumnas Klender, Flyover Radin Inten, Buaran, Kampung Sumur, Flyover Klender, Stasiun Klender, Cipinang, Imigrasi Jakarta Timur, Pasar Enjo, Flyover Jatinegara, Stasiun Jatinegara 2, Masjid Al Hidayah, Masjid As Sudairi, dan Masjid Attahiriyah.

Kemudian bus koridor 11M arah sebaliknya setelah dari Masjid Attahiriyah akan melewati halte Stasiun Jatinegara 2, Flyover Jatinegara, Pasar Enjo, Imigrasi Jakarta Timur, Cipinang, Stasiun Klender, Flyover Klender, Kampung Sumur, Buaran, Flyover Radin Inten, Perumnas Klender, Penggilingan, Wali Kota Jakarta Timur dan Rusun Rawa Bebek.

Selanjutnya, bus non-BRT koridor 10B setelah halte Rusun Cipinang Besar Selatan akan langsung ke halte Penas Kalimalang. Namun, arah sebaliknya melalui halte Cipinang Kebon Nanas dulu baru kembali ke halte Rusun Cipinang Besar Selatan.

Terakhir, bus non-BRT koridor 10A setelah halte Rusun Marunda akan melewati halte Rusun Marunda 1, Simpang Pitungan, STIP, Bidara 1, Kebantenan, Enggano dan Tanjung Priok. Arah sebaliknya dari halte Tanjung Priok lanjut ke halte Enggano, lalu ke Halte Madya Kebantenan, Bidara 2, Rumah Sipitung, Rusun Marunda 2 dan kembali ke Rusun Marunda.

Pengoperasian rute-rute itu awalnya dilaksanakan setelah terbitnya Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 131 tahun 2016 tentang Optimalisasi Pengelolaan Rumah Susun Sederhana Sewa di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta dan turut didukung oleh Surat Keputusan (SK) Dinas Perhubungan (Dishub) Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Nomor 66 dan 205 tahun 2017 tentang Rute Layanan Bus Transjakarta Dari dan Ke Rumah Susun.

“Tapi rute-rute itu sempat kami hentikan sementara sebagai upaya menekan dan memutus rantai penyebaran virus COVID-19. Seiring pulihnya kegiatan masyarakat, layanan ini kembali efektif melayani masyarakat yang berdomisili di rusun dan sekitarnya mulai Kamis ini,” ujar Prasetia.

Tetap protokol
Dengan adanya pembukaan pelayanan lagi, maka TransJakarta saat ini sudah memiliki 151 rute yang beroperasi di saat pandemi. Ke depannya, masih ada pembukaan rute-rute lainnya secara bertahap.

Prasetia menambahkan pihaknya menyediakan sebanyak 13 unit bus berukuran sedang untuk menjangkau masyarakat yang berangkat dari keempat koridor tersebut setiap hari kerja dari Senin sampai Jumat mulai pukul 05.00 – 22.00 WIB.

Ia memastikan semua unit bus memenuhi standar keamanan saat pandemi seperti sterilisasi berkala menggunakan cairan desinfektan, serta terpasang tanda jarak aman baik di kursi dan di lantai bus hingga ketersediaan di hand sanitizer pada setiap armada yang bisa digunakan pelanggan.

Jumlah pelanggan pun dibatasi yakni maksimal 50 persen dari kapasitas total atau maksimal diisi 30 orang.

Prasetya mengatakan pihaknya tetap mengimbau masyarakat untuk tetap berada di rumah apabila tidak ada keperluan mendesak.

Namun, pembukaan rute itu dilakukan untuk merespons masukan yang datang dari masyarakat.

“Jika harus ke luar rumah karena terpaksa, selalu pastikan untuk selalu menerapkan 3M yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak,” ujarnya. [Ant]

Lihat juga...