Lebaran CDN

Jembatan Pulau Pasaran Jadi Lokasi Mancing di Bandar Lampung

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Berbagai cara dilakukan warga untuk menunggu waktu berbuka puasa. Seperti memancing dengan tegek atau joran, sebagaimana dilakukan oleh sejumlah  warga di Bandar Lampung.

Ujang, warga Teluk Betung Barat, Bandar Lampung, menyebut spot favorit memancing yang kerap menjadi tujuan berada di jembatan pulau Pasaran.

Jembatan pulau Pasaran serta area muara sungai Way Balau itu memiliki area memancing. Jembatan beton dengan panjang mencapai 100 meter setinggi sekitar 2-3 meter, merupakan pengubung area Kelurahan Kota Karang daratan dan area pulau. Dihubungkan dengan akses jembatan, jalan cor beton menjadi area favorit untuk menikmati senja.

Ujang, salah warga memanfaatkan waktu senja dengan memancing bersama rekan rekannya di dekat jembatan pulau Pasaran, Kelurahan Kota Karang, Telukbetung Barat, Bandarlampung, Minggu (25/4/2021) petang. -Foto: Henk Widi

Pada bagian jembatan, kata Ujang, menjadi lokasi untuk menikmati suasana senja. Pemandangan dari jembatan tersebut makin menarik saat matahari tenggelam di sisi barat pada gugusan Gunung Betung. Ia menghabiskan waktu dengan memancing sembari menunggu maghrib. Berbekal dua joran pancing, udang vaname, hobi memancing menjadi kepuasan tersendiri baginya.

“Memancing jadi aktivitas rekreatif yang pastinya menghasilkan ikan berupa kakap putih, semadar, jika beruntung mendapat kerapu. Sembari mengajak anak untuk menikmati suasana sore, normalnya saya lakukan akhir pekan dan selama Ramadan ini,” terang Ujang saat ditemui Cendana News di jembatan pulau Pasaran, Minggu (25/4/2021) petang.

Ujang bilang, suasana senja cukup menyegarkan di jembatan pulau Pasaran. Sebab, kawasan tersebut menjadi tempat konservasi mangrove. Keberadaan jembatan selebar tiga meter di antara pohon mangrove juga menjadi lokasi penghobi fotografi. Kondisi cuaca mendukung ombak tenang, langit cerah menjadi pilihan untuk menikmati senja di lokasi tersebut.

Hobi memancing ,sebut Ujang, menjadi pengisi waktu luang dan pelepas penat. Seusai sepekan bekerja, ia memilih memancing di jembatan pulau Pasaran. Setelah mendapatkan beberapa ekor ikan, spot yang kerap dipilih ada di tepi muara sungai Way Balau. Muara sungai selebar puluhan meter itu menjadi lokasi sandar kapal bagan congkel nelayan.

“Saat mengajak keluarga ikut memancing, saya bisa mengedukasi anak melihat aktivitas nelayan dengan kapal bagan congkel,” cetusnya.

Rudi, penghobi memancing dan fotografi, juga mengakui jembatan pulau Pasaran cukup unik. Sebagai akses utama masyarakat dari daratan ke area pulau seluas 12 hektare itu cukup Instagramable. Foto menarik bisa diperoleh, selain kegiatan memancing untuk mendapatkan ikan. Vegetasi mangrove, lalu lalang kapal bagan congkel bisa menjadi objek foto menarik.

Rudi mengaku kerap mendapatkan ikan laut jenis kakap putih, kerapu. Keberadaan vegetasi mangrove kerap menjadi habitat kepiting dan lobster. Bagi sejumlah warga yang ingin menikmati jembatan itu bisa menyusuri Jalan Ikan Sebelah, lalu menyusuri Jalan Pulau Pasaran. Suasana yang menarik menjadi magnet bagi sejumlah warga, terutama selama bukan Ramadan.

“Jalan pulau Pasaran berada di tepi sungai, bisa jadi tempat menarik untuk menikmati hutan mangrove,”sebutnya.

Arsanti, salah satu remaja di Teluk Betung Barat, juga menyebut jembatan pulau Pasaran menjadi alternatif baginya. Suasana senja dari lokasi tersebut kerap menjadi tempat untuk berlatih fotografi aerial memakai drone. Menggunakan kamera smartphone, kegiatan berburu senja dilakukan olehnya sembari melihat para pemancing. Saat beruntung, ia bisa mendapatkan foto terbaik senja sebagai pengisi galeri Instagram dan mengisi konten media sosial lainnya.

Lihat juga...