Lebaran CDN

Jual Beli Menu Berbuka Puasa, Peluang Usaha Musiman

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Menjaga kualitas hidangan menu berbuka puasa atau takjil jadi cara Ivana, warga Telukbetung.

Pedagang yang berjualan di pasar Kangkung, Telukbetung, Bandarlampung itu menyebut menyediakan menu yang beragam. Permintaan paling banyak sebutnya jenis minuman, kuliner untuk pelepas dahaga.

Usaha berjualan takjil sebutnya telah memiliki pangsa pasar tersendiri. Pola penjualan dengan membuka lapak di pasar Ramadan sebutnya tidak seleluasa tahun sebelumnya.

Pasalnya pemerintah setempat mengurangi kerumunan yang berpotensi terjadi pada pasar Ramadan. Ivana mengaku menyediakan menu berbuka puasa kue basah dan kue kering untuk pelanggan.

Pelanggan tetap sebutnya dominan ibu rumah tangga yang tidak sempat membuat hidangan takjil. Jaga konsistensi rasa pada menu takjil menurutnya membuat ia memiliki pelanggan tetap.

Jenis bubur sumsum, es buah, kolak labu dipadu kolang kaling dan pisang dibuat dengan gula aren. Ia menyebut tidak hanya sekedar mencari keuntungan dari usahanya.

“Saat berbisnis kue basah setiap hari saya menggunakan bahan olahan yang bergizi dan saat menyediakan takjil hidangan menggunakan perasa manis alami, pewarna alami pandan daun suji sehingga aman untuk kesehatan,” terang Ivana saat ditemui Cendana News, Selasa petang (13/4/2021).

Sejumlah menu takjil yang dijual menurut Ivana mulai harga Rp2.000 hingga Rp5.000 sehingga terjangkau. Usaha jual beli menu berbuka puasa sebutnya merupakan usaha sampingan.

Sebab usaha utamanya merupakan pedagang jajanan pasar yang beroperasi saat pagi hingga siang. Membuka usaha berjualan takjil dilakukan saat petang menunggu waktu berbuka puasa.

Hartanti, pedagang di pasar yang sama menyebut sebelumnya ia menjual sayuran. Namun selama masa bulan suci Ramadan dengan perubahan pola konsumsi ia memilih menjual takjil.

Usaha dilakukan mendekati Magrib saat sejumlah orang melakukan kegiatan menunggu berbuka puasa (ngabuburit). Menyediakan beragam menu minuman, makanan ringan buka puasa ia bisa mendapat untung.

“Saya berprinsip menu yang saya jual juga bisa digunakan untuk keluarga sekaligus peluang usaha,” cetusnya.

Dibanding tahun sebelumnya Hartanti bilang waktu jelang berbuka puasa lebih sepi. Faktor masih awal masa Ramadan dan saat pandemi Covid-19 sebutnya jadi penyebab.

Ia menyebut menu paling diminati berupa minuman es buah, kelapa kopyor dan kolak. Semua jenis makanan hidangan takjil sebutnya menggunakan bahan alami.

Usaha sampingan saat bulan suci Ramadan dilakulan oleh Solihin dan Sumini. Keduanya menjadikan usaha jual beli buah timun suri, melon dan semangka.

Buah segar yang bisa diolah menjadi jus, disantap segar itu sekaligus bisa diolah menjadi menu es buah. Harga buah segar mulai Rp6.000 hingga Rp10.000 per kilogram. Permintaan yang tinggi membuat harga naik mulai Rp2.000 hingga Rp3.000.

Solihin yang berjualan di pasar Kangkung menyebut bisa mendapat omzet ratusan ribu per hari. Usaha berjualan buah segar dijalaninya sebagai sampingan selain sebagai tukang ojek.

Solihin, salah satu pedagang buah di pasar Bambu Kuning, Tanjungkarang, Bandarlampung, Selasa petang (13/4/2021) – Foto: Henk Widi

Dibantu sang istri bernama Sumini ia membagi tugas berjualan di pasar Kangkung, Telukbetung. Peluang usaha menjual buah dengan keuntungan ratusan ribu per hari rencananya akan dipakai untuk hari raya Idulfitri.

Pasokan buah segar sebut Solihin diperoleh langsung dari petani. Petani yang memanfaatkan peluang saat Ramadan menyebut menanam buah sebelum Ramadan.

Pola tanam terjadwal membuat panen bisa dilakukan sejak awal hingga akhir Ramadan. Pasokan yang lancar dari petani memberi peluang ia bisa membuka usaha penjualan buah segar.

Lihat juga...