Lebaran CDN

Jumlah Penumpang Kapal Pelni di Tanjungpinang Mulai Naik

Calon penumpang antre di kantor Pelni Cabang Tanjungpinang, Kepri, Rabu (21/4/2021) - foto Ant

TANJUNGPINANG – Jumlah penumpang kapal perintis di Tanjungpinang Riau, sudah mulai mengalami lonjakan, menjelang hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

Belajar dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, lonjakan penumpang biasanya terjadi satu minggu sebelum lebaran. ”Sekarang justru tiga minggu sebelum lebaran, penumpang sudah penuh,” kata Kepala Operasional PT Pelni Cabang Tanjungpinang, Provinsi Kepri, Guruh Dwi Saputro, Rabu (21/4/2021).

Dia menilai, lonjakan penumpang dipicu kepanikan warga terhadap pemberlakuan larangan mudik secara nasional selama periode 6-17 Mei 2021. “Padahal Pelni Tanjungpinang tetap melayani mudik, khususnya dalam wilayah Kepri. Yang dilarang itu, mudik antarprovinsi,” kata Guruh di Tanjungpinang, Rabu (21/4/2021).

Guruh menyampaikan, lonjakan itu didapat dari angka penjualan tiket kapal KM Sabuk Nusantara 83, yang akan berangkat Kamis (22/4/2021). Tiket yang disediakan, telah habis terjual untuk 250 penumpang. Kapal itu diketahui bakal melayari rute Tanjungpinang-Natuna-Anambas dan pulau-pulau di sekitarnya.

Sebenarnya, Pelni bisa saja menjual hingga 500 tiket KM Sabuk Nusantara 83. Namun menurut Guruh, ada aturan Satgas COVID-19, dalam kondisi pandemi jumlah penumpang dibatasi 50 persen dari kapasitas muatan kapal. “Kapasitas KM Sabuk Nusantara 83 itu sekitar 500 orang. Karena dibatasi 50 persen, makanya jumlah penumpang hanya boleh 250 orang,” ungkap Guruh.

Lebih lanjut Guruh menyatakan, sampai sejauh ini pelayaran menggunakan kapal Pelni masih aman dari COVID-19. Pihaknya menerapkan protokol kesehatan ketat di tiap-tiap pelabuhan dengan melibatkan Satgas COVID-19 khusus pelabuhan. Calon penumpang kapal Pelni khusus di dalam wilayah Provinsi Kepri, wajib ukur suhu tubuh, mengisi e-hac, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. “Ini sesuai dengan surat edaran Pemprov Kepri,” tandasnya.

Beberapa waktu lalu pernah satu ABK Kapal Pelni terpapar COVID-19, tapi sudah sembuh. Bahkan kapal tersebut sempat tak jalan karena dilakukan upaya sterilisasi. “Kalau penumpang kena COVID-19 belum ada. Mudah-mudahan tak ada,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...