Lebaran CDN

Jus Buah dan Sayur Menu Sehat Saat Berpuasa

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Memilah makanan yang baik untuk dikonsumsi selama Ramadan, menjadi cara menjaga stamina tubuh. Untuk itu, buah dan sayur bisa menjadi menu sehat saat menjalankan puasa. Selain dikonsumsi segar, buah dan sayur juga bisa dibuat jus.

Samsu Rizal, kepala UPT Puskesmas Rawat Inap Ketapang, Lampung Selatan, menyebut buah dan sayur bisa menjadi menu alternatif untuk tetap menjaga kesehatan saat menjalankan puasa. Juga menjaga tubuh agar terhindar dari dehidrasi, terlebih pada Ramadan 1442 H/2021 ini cuaca dominan panas.  Buah dan sayuran dalam bentuk jus, pun mendukung rasa kenyang cukup lama hingga waktu berbuka dan sahur.

Samsu Rizal, Kepala UPT Puskesmas rawat inap Ketapang, Lampung Selatan, Jumat (16/4/2021). -Foto: Henk Widi

“Buah dan sayur kaya serat. Dampak positif bagi usus akan mempengaruhi kestabilan perut selama menjalankan ibadah puasa. Sejumlah buah dan sayuran yang bisa digunakan untuk jus cukup beragam. Pilihan buah kaya vitamin C berpotensi membuat sistem metabolisme, agar bisa beradaptasi dengan perubahan pola makan,” kata Samsu Rizal kepada Cendana News, Jumat (16/4/2021).

Ia pun menganjurkan, selama bulan suci Ramadan dianjurkan agar bisa memilih makanan dan minuman yang sehat, karena dapat melindungi tubuh dari peradangan atau inflamasi. Salah satunya menjaga kestabilan lambung dan meningkatkan imunitas tubuh.

Samsu Rizal menjelaskan, jus sehat menjadi cara praktis untuk tetap bugar selama puasa. Pilihan buah yang bisa disiapkan berupa jeruk, jambu, semangka, bit, seledri, daun katuk, bayam, selada, sawi. Buah yang kaya vitamin C bisa meningkatkan kekebalan tubuh, membuang racun dalam tubuh. Konsumsi buah dan sayur dalam bentuk jus juga memudahkan dengan cara diminum.

Pengolahan buah dan sayur dengan cara dijus memakai blender memudahkan penyimpanan. Jus yang telah disimpan dalam wadah bisa didinginkan untuk diminum saat berbuka dan sahur. Alternatif menu buah dan sayur yang digunakan sebagai jus bisa diatur sesuai selera. Agar aroma jus dan buah lebih wangi, bisa ditambahkan daun mint serta kayu manis.

“Buah dan sayuran yang dibuat menjadi jus kerap disajikan mentah, sehingga bisa ditambah pandan dan gula aren agar cita rasa lebih nikmat,” cetusnya.

Eko Purwadi, perawat UPT Puskesmas Rawat Ketapang sekaligus pendamping gizi, menyebut jus buah dan sayur sangat penting. Agar aktivitas rutin bisa berjalan dengan baik, konsumsi jus buah dan sayuran menjaga cairan dalam tubuh sehingga menyegarkan. Konsumsi dalam bentuk jus menjadi alternatif, karena zat gizi buah dan sayuran lebih mudah dan cepat dicerna.

“Jus bisa dibuat tunggal, artinya hanya murni buah atau kombinasi dengan sayuran tergantung selera masing-masing,” ungkapnya.

Tips dalam membuat jus, di antaranya pilihan buah yang segar, variasikan beberapa jenis buah agar penampilan menarik. Pemilihan jus dan buah menyesuaikan pasokan buah yang bisa diperoleh di sekitar kebun. Saat memasuki bulan Ramadan, sejumlah buah dijual untuk konsumsi segar atau digunakan sebagai bahan es buah.

Mariani dan Lestari, warga di Desa Legundi, Kecamatan Ketapang, menyebut jus buah dan sayuran kerap dibuat. Saat Ramadan, ia mengaku jus buah dan sayuran dibuat dengan cara diblender. Efek baik dari berbagai jenis buah dipilih jenis apel, bit, markisa, sirsak, stoberi, pepaya, pisang. Sejumlah sayuran segar jenis bayam, selada dan katuk juga dipilihnya.

Mariani memilih buah penghasil warna merah, hijau dan kuning untuk menarik saat diminum. Agar lebih awet0, jus yang telah dibuat akan disimpan dalam wadah di lemari pendingin. Konsumsi buah dan sayur dalam bentuk jus, menurutnya kerap dilakukan sebelum menyantap makanan berat. Cara itu dilakukan agar pencernaan stabil dan sehat selama menjalankan ibadah puasa.

Lihat juga...