Lebaran CDN

Karena Pandemi, Festival Tumbilotohe di Gorontalo Utara Ditiadakan

Bupati Gorontalo Utara, Indra Yasin (kiri), dan Wakil Bupati, Thariq Modanggu (kanan), pada rapat koordinasi terkait pelaksanaan tradisi malam pasang lampu Tumbilotohe - foto Ant

GORONTALO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo Utara, memastikan tidak akan menggelar Festival Tumbilotohe atau malam pasang lampu, yang biasa digelar pada malam ke-27 Ramadan.

“Festivalnya kita tiadakan, untuk mencegah keramaian atau kerumunan orang, menikmati wisata religi yang biasanya digelar di tiga hari penghujung Ramadan. Namun, tradisi Tumbilotohe tetap dapat digelar di rumah masing-masing, dalam bentuk sederhana,” kata Wakil Bupati Gorontalo Utara, Thariq Modanggu, Kamis (24/4/2021).

Pemkab disebutnya, tetap melakukan pemasangan lampu atau Tumbilotohe,. Namun jumlah lampunya dikurangi atau dikemas lebih sederhana. “Jika biasanya Tumbilotohe digelar ramai baik dalam bentuk festival maupun lomba, namun pada Ramadan kali ini dibatasi. Tidak akan ada keramaian yang potensial menyedot banyak pengunjung,” tambah Thariq.

Masyarakat tidak dilarang melaksanakan tradisi Tumbilotohe, namun pelaksanaannya diimbau secara sederhana di rumah masing-masing. Khusus pelaksanaan pasar senggol atau pasar kaget yang biasanya digelar seminggu sebelum lebaran Idul Fitri dan digelar terpusat di pasar jajan Moluo, Kwandang. Di 2021 ini ditiadakan, namun pedagang diberi kesempatan menggelar dagangan di depan rumah masing-masing.

Keramaian senggolnya ditiadakan, namun dagangannya bisa tetap digelar. Itupun, pedagang dan pembeli diwajibkan menerapkan prokes, khususnya memakai masker dan saling menjaga jarak. Pedagang juga bisa menggelar lapak di depan toko, warung, untuk memanfaatkan momen lebaran.

“Intinya, kegiatan tradisi dan perekonomian boleh digelar, namun wajib menerapkan prokes sebab pandemi COVID-19 tidak boleh diabaikan potensi penularannya. Kita wajib memakai masker, menghindari kerumunan serta rajin mencuci tangan,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...