Lebaran CDN

Kedisiplinan Guru Jadi Catatan dalam Pelaksanaan Uji Coba PTM di Semarang

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Gunawan Saptogiri, saat dihubungi di Semarang, Kamis (22/4/2021). Foto Arixc Ardana

SEMARANG — Kedisiplinan guru sebagai salah satu komponen, dalam pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Semarang, menjadi catatan tersendiri.

“Meski hasil evaluasi uji coba PTM di Kota Semarang, tingkat keberhasilannya mencapai 90 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata provinsi, namun ada beberapa hal yang harus menjadi perhatian, khususnya kedisiplinan guru sebagai salah satu komponen PTM,” papar Sekretaris Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo saat dihubungi di Semarang, Kamis (22/4/2021).

Catatan tersebut terkait kedisiplinan mereka dalam penerapan protokol kesehatan, selama pelaksanaan uji coba PTM berlangsung. “Masih ditemukan beberapa guru yang kurang memperhatikan protokol kesehatan, selama uji coba PTM. Misalnya masih berkerumun, atau melepas masker,” terangnya.

Persoalan tersebut sebenarnya juga menjadi temuan di sejumlah kabupaten/kota lainnya di Jateng, yang juga menerapkan uji coba PTM.

“Ini yang menjadi evaluasi, disiplin protokol kesehatan para siswa sudah bagus. Namun justru, dari guru-guru yang kadang lupa berkumpul kurang menjaga jarak,” tambahnya.

Anang kembali mengingatkan meski para guru tersebut sebagian besar sudah divaksin covid-19, namun pihaknya tetap meminta mereka untuk menerapkan protokol kesehatan.

“Guru itu harus mampu memberi contoh kepada siswa, termasuk dalam penerapan protokol kesehatan. Ini yang harus menjadi evaluasi dalam pelaksanaan uji coba PTM tahap II, pada 26 April-7 Mei 2021 mendatang,” tegasnya.

Sementara, saat dihubungi secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang Gunawan Saptogiri menandaskan, pihaknya sudah mengevaluasi terkait kedisiplinan guru dalam penerapan protokol kesehatan selama uji coba PTM.

“Mereka sudah diberi teguran lisan oleh kepala sekolah masing-masing, setelah itu sudah tidak melanggar lagi. Sudah disiplin dalam penerapan prokes. Meski demikian melihat kasus tersebut, kita kembali tekankan kepada seluruh peserta uji coba PTM untuk disiplin prokes, tanpa terkecuali,” tandasnya.

Sementara, terkait uji coba PTM tahap II, pihaknya memastikan jumlah sekolah akan bertambah. Sebelumnya, uji coba PTM tahap I, hanya diikuti empat sekolah terdiri dari SMPN 5, SMPN 2, SD Pekunden dan SDN Lamper Kidul 02.

“Sesuai kewenangan tingkat kabupaten/kota hanya untuk jenjang pendidikan dasar menengah, jadi pada tahap I sudah diikuti empat sekolah. Untuk tahap II, diharapkan akan diikuti seluruh SMPN di Kota Semarang. Selain itu, juga ada beberapa sekolah SMP swasta. Sementara untuk jenjang SD, minimal akan diikuti dua sekolah per kecamatan. SDN dulu, sebagai percontohan, untuk yang swasta belum,” tambahnya.

Uji coba PTM pada tahap II, diprioritaskan bagi siswa kelas 7 untuk SMP, sementara pada jenjang SD untuk siswa kelas 5 dan 6 bagi SD.

“Masing-masing sekolah peserta uji coba PTM ini, sudah membentuk satgas covid-19 yang akan memantau pelaksanaan uji coba. Mereka juga sudah memiliki sarana prasarana pendukung dalam penerapan protokol kesehatan. Jadi mudah-mudahan dalam tahap II ini, juga tidak ada kendala berarti, seperti halnya pada tahap I,” pungkasnya.

Lihat juga...