Lebaran CDN

Kelompok Tani Tho The Dore di Flotim Mulai Kembali Olah Kelapa

Editor: Makmun Hidayat

LARANTUKA — Kelompok Tani Milenial Tho The Dore (baca : Tode Dore yang artinya ikut saja) di Desa Wewit, Kecamatan Adonara Tengah, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai kembali memproduksi aneka produk berbahan kelapa untuk mulai dipasarkan.

“Kami sudah mulai mengumpulkan kelapa di kebun-kebun untuk mulai dijadikan produk yang bernilai jual,” kata Rahman Tukan Hanafi, Ketua Kelompok Tani ThoThe Dore, saat ditemui di desanya, Senin (19/4/2021).

Rahman menyebutkan, anggota kelompok yang terdiri dari para petani milenial sudah mulai bersemangat lagi bekerja setelah terjadinya banjir bandang yang melumpuhkan usaha mereka.

Ketua Kelompok Tani Tho The Dore, Desa Wewit, Rahman Tukan Hanafi saat ditemui di desanya, Senin (19/4/2021). -Foto: Ebed de Rosary

Dia mengakui alat produksi tidak mengalami gangguan akibat bencana banjir bandang karena desanya tidak terkena dampak tetapi jalan dan jembatan ke desa mereka terputus saat banjir.

“Semua anggota kelompok mulai bersemangat untuk mulai bekerja lagi memproduksi berbagai produk seperti minyak goreng dan minyak kelapa murni untuk segera dijual,” ujarnya.

Rahman menjelaskan, kelapa yang dikumpulkan di kebun kemudian dikupas dan dibawa ke rumah untuk diparut menggunakan mesin pemarut kelapa yang sudah bisa dipergunakan akibat listrik mulai menyala.

Dirinya menargetkan memproduksi minyak goreng agar bisa memenuhi kebutuhan masyarakat di Pulau Adonara dan Kabupaten Flores Timur serta masyarakat di Provinsi NTT.

“Bahan baku kelapa sangat melimpah sehingga kita tidak mengalami kesulitan. Asal mau bekerja saja maka kita bisa menghasilkan produk berbahan kelapa yang bisa dijual dan memperoleh pendapatan yang lebih baik,” ucapnya.

Warga Wewit lainnya, Ary Tokan mengaku salut atas semangat para petani muda di desanya yang sudah mulai bangkit kembali setelah terkena musibah banjir bandang.

Ary mengatakan, dampak banjir bandang sangat besar sekali karena membuat perekonomian di Adonara lumpuh akibat rusaknya akses jalan,jembatan,listrik bahkan telekomunikasi.

“Setelah semua infrastruktur diperbaiki terutama jaringan listrik dan telepon sudah bisa berfungsi maka ini sangat membantu penjual di desa untuk memasarkan produknya melalui internet,” ujarnya.

Lihat juga...