Kemenag Sultra Izinkan Tarawih Berjamaah dengan Prokes

Kepala Kemenag Sultra Fesal Musaad di Kendari, -Ant

KENDARI – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Tenggara, mengizinkan salat Tarawih berjamaah dan pelaksanaan ceramah, taushiyah atau kultum (kuliah tujuh menit) di bulan Ramadan dengan durasi paling lama 15 menit, guna mencegah penularan Covid-19.

“Untuk durasi ceramah maksimal 15 menit untuk menyampaikan taushiyah, pencerahan kepada umat. Tidak perlu panjang-panjang,” kata Kepala Kemenag Sultra, Fesal Musaad di Kendari.

Ia menyampaikan hal itu, merujuk pada Surat Edaran (SE) Menteri Agama (Menag) RI Nomor 3 Tahun 2021 tentang Panduan Pelaksanaan Ramadan dan Idulfitri 1442 Hijriyah, di mana kegiatan beribadah secara berjemaah selama bulan Ramadan itu diperbolehkan, tetapi menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

“Prorotokol Covid-19 diterapkan, pakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan,” ujar dia.

Pihaknya telah meneruskan SE tersebut kepada masing-masing pengelola masjid. Ia menekankan untuk salat tarawih dan witir, tadarus Alquran, dan iktikaf, jemaah dianjurkan untuk beribadah di masjid terdekat.

Ada pun jika ada jemaah dari daerah lain yang datang, lanjutnya, tetap dibatasi agar maksimal 50 persen dari kapasitas masjid.

“Begitu pula juga dengan buka puasa bersama, wajib ada pembatasan jumlah orang, tidak boleh berdesak-desakan atau menumpuk. Dan, yang terpenting terapkan kesehatan,” ujarnya.

Begitu pula dengan pelaksanaan salat Idulfitri nantinya yang dianjurkan dilaksanakan di lapangan terbuka, namun dengan durasi yang singkat juga, tidak perlu berlama-lama. Hal ini demi mencegah penyebaran Covid-19.

Termasuk, pembagian zakat fitrah dilakukan secara terkoordinasi sehingga tidak berdesak-desakan. Bahkan, petugas akan membagikan ke rumah-rumah warga nantinya.

“Dengan demikian, ibadah di bulan Suci Ramadan akan berkah karena menyelamatkan banyak orang,” kata Fesal. (Ant)

Lihat juga...