Lebaran CDN

Kemenparekraf Terus Dukung Pertumbuhan Ekonomi Digital

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

JAKARTA — Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terus mendukung pertumbuhan start up digital dalam upaya membangun ekosistem digital berkelanjutan dan memberikan kesempatan bagi masyarakat lokal serta memberikan solusi dalam meningkatkan inovasi di kota-kota Indonesia.

Menparekraf Sandiaga S. Uno menyatakan, pandemi memang memberikan dampak sangat besar pada perekonomian Indonesia.

“Tapi ekonomi digital Indonesia masih bertumbuh 11 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sehingga dalam program Baparekraf for Startup (Bekup) 2021 ini kami membuka kesempatan bagi seluruh wirausahawan Indonesia dan bekerja sama dengan co-working Indonesia yang telah berpengalaman dalam membimbing komunitas bisnis, kreatif dan start up di Indonesia. Harapannya, kita semua dapat berperan dalam menghadapi semua tantangan yang ada dalam merealisasikan optimisme ekonomi Indonesia 2021,” kata Sandi dalam Kick off Bekup 2021 yang digelar online dari Kemenparekraf Jakarta, Selasa (27/4/2021).

Menurut laporan Temasec, tingkat pertumbuhan ekonomi digital Indonesia pada tahun 2019 telah mencapai 49 persen per tahun sejak tahun 2015 hingga 2019. Walaupun ada beberapa industri lainnya yang mengalami perkembangan secara datar atau terkonstraksi, yaitu manufaktur, keuangan dan pariwisata.

“Karena ekonomi digital Indonesia telah mampu bertahan dalam pandemi ini, pemerintah berharap, ekonomi digital dapat terus bertumbuh kedepannya,” ucapnya.

Disebutkan, ekosistem digital yang saling menguatkan satu dengan yang lain menjadi suatu keharusan dan penting.

“Pemerintah terus berkomitmen dan mendukung perkembangan start up digital di Indonesia. Tidak hanya sebagai regulator tapi juga sebagai akselerator dan fasilitator dengan mendorong kewirausahaan digital. Serta turut mempercepat dan mendukung pertumbuhan start up digital baru,” tandas Sandi.

Deputi bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf, M. Neil El Himam, MSc, menjelaskan ada hal yang berbeda dalam pelaksanaan Bekup 2021.

“Tahun ini, Bekup akan memiliki dua program yaitu Bekup Academy Programme yang akan menghubungkan para start up dalam tiga tahap yakni create, accelarate dan scale up. Dan Mentor Trainning Programme yang akan menghubungkan founder start up, expert dan para peminat,” kata Neil dalam kesempatan yang sama.

Penyelenggaran akan dilakukan di lima kota secara online, yakni Jakarta, Manado, Malang, Pekanbaru dan Yogyakarta dengan target 400 start up digital dan 100 mentor.

“Harapannya, setelah acara ini, para start up akan mampu menciptakan inovasi dan teknologi untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat banyak. Apalagi di masa pandemi ini, diharapkan adanya terobosan yang memungkinkan masyarakat untuk bangkit dan terus maju,” ungkapnya.

Pengurus Inti Coworking ID, yang sekaligus merupakan Ketua Pelaksana Bekup 2021 Tahapan Accelerate, Andi Saptari menyebutkan ekosistem start up Indonesia termasuk yang paling dinamis di Asia.

“Bahkan Google dan Temasec memproyeksikan ekonomi digital Indonesia akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara,” ujarnya.

Data menunjukkan bahwa pada 2021, tercatat ada 202,6 juta pengguna internet dan 170 juta pengguna media sosial yang berpotensi untuk berkontribusi pada pendapatan Indonesia, sekitar 44 miliar dollar Amerika dan diproyeksikan mampu melebihi 124 miliar dollar Amerika pada tahun 2025.

“Tapi, tantangannya adalah masih sekitar 90 persen dari start up pemul itu mengalami kegagalan, karena berbagai sebab. Antara lain, kualitas talent dan pendanaan,” ujarnya lebih lanjut.

Semua hal ini tentunya bisa dihindari, jika ada arahan dari para ahli dan dukungan stakeholder dalam mendukung kewirausahaan yang sesuai.

“Dengan demikian, tujuh tantangan di ekosistem start up yakni tata kelola regulasi, infrastruktur, kondisi pasar, akses ke pendanaan, kreasi dan difusi, kapabilitas talent serta budaya yang belum terbiasa dengan digital akan bisa diselesaikan dengan baik,” pungkasnya.

Lihat juga...