Lebaran CDN

Kementerian PUPR Siap Merelokasi Rumah Warga Terdampak Longsor di NTT

Warga melintas di dekat rumah yang rusak akibat banjir bandang di Adonara Timur, Flores Timur, NTT, Senin (5/4/2021). ANTARA

JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), bergerak cepat menyiapkan relokasi rumah bagi warga terdampak bencana longsor di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ketua Satgas Penanganan Bencana Kementerian PUPR di NTT dan NTB, Widiarto mengatakan, Kementerian PUPR telah menurunkan tim ke Adonara dan Lembata. Tim telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat setempat.

“Relokasi perlu dilakukan, karena lokasi permukiman warga terdampak bencana saat ini berada di jalur debris aliran sungai yang sudah dipenuhi bebatuan, sehingga risikonya sangat tinggi jika kembali tinggal di sana,” ujar Widiarto, di Jakarta, Minggu (11/4/2021).

Berdasarkan informasi sementara, untuk di Adonara sudah ada dua alternatif lokasi yang disiapkan. Sedangkan di Lembata, sudah disiapkan tanah milik pemda. Namun lokasinya akan dikomunikasikan dengan masyarakat setempat.

“Kami akan terus melakukan komunikasi dengan masyarakat setempat, karena memindahkan tempat tinggal juga harus menangani masalah sosial, bukan hanya masalah teknis saja, di mana salah satu syaratnya lokasinya harus aman dari risiko bencana,” kata Widiarto.

Menurut Widiarto, akan dibangun 1.000 unit Risha (Rumah Instan Sederhana Sehat). Di Lembata sebanyak 700 unit dan Adonara sebanyak 300 unit. Namun, perkembangan pasti angkanya akan terus terjadi, setelah survei detail dengan Pemda dan masyarakat setempat.

Diperkirakan, jika lahan sudah siap tersedia, pembangunan fisiknya akan selesai dalam waktu empat bulan. Pembangunannya tidak sulit, karena menerapkan metode knock down Risha yang sudah ada.

Selain menyiapkan langkah percepatan relokasi permukiman warga terdampak, Kementerian PUPR juga terus membantu penanganan darurat bencana banjir bandang di Adonara dan Lembata di Provinsi NTT. Saat ini di dua wilayah terdampak tersebut, telah dioperasikan 23 unit Excavator, 24 unit Dump Truck, tiga unit loader, satu unit grader, dan BBM 5.000 liter. (Ant)

 

Lihat juga...