Lebaran CDN

Kena Tilang di Semarang, Begini Cara Pengurusan Tanpa Antre

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

SEMARANG — Apajadinya ketika jalan-jalan ke Kota Semarang, kemudian melanggar lalu lintas dan kena tilang? Pasti bingung bagaimana cara membayar tilang, apalagi harus mengikuti sidang hingga mengambil SIM atau STNK yang dijadikan bukti tilang. Apalagi jika mereka yang melanggar, berasal dari luar kota.

“Tidak perlu bingung, karena saat ini, kita sudah memiliki program aplikasi Talang Tantri atau Pengantaran Tilang Tanpa Antri. Melalui aplikasi tersebut, masyarakat yang akan melakukan pengurusan tilang kendaraan bermotor tak perlu lagi datang dan mengantre, untuk mengambil SIM atau STNK yang dijadikan barang bukti tilang,” papar Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajari) Kota Semarang, Transiswara Adhi di peluncuran aplikasi Talang Tantri di kantor Kejari Kota Semarang, Jumat (23/4/2021).

Dijelaskan, melalui aplikasi tersebut, masyarakat yang mau mengambil bukti tilang di Kota Semarang, cukup mengurus melalui ponsel. Tidak hanya itu, SIM atau STNK tersebut juga langsung dikirimkan ke alamat masing-masing.

“Aplikasi ini akan mempermudah masyarakat, tidak hanya di Semarang saja, namun juga seluruh Indonesia. Merek ayang yang terkena tilang di Semarang, tidak lagi harus mengantre saat mengambil barang bukti tilangnya. Selain itu, SIM atau STNK juga akan dikirim ke alamat pemilik, yang menjangkau ke seluruh Indonesia,” tambahnya.

Tidak hanya itu, biaya pengiriman yang dikenakan pun cukup terjangkau Rp25 ribu, ke seluruh Indonesia.

Sementara, Kasi Pidum Kejari Kota Semarang, Edy Budianto menambahkan, selain melalui aplikasi berbasis android, Talang Tantri juga diakses melalui web etilang.id.

“Silahkan dibuka, lalu mendaftar dan ikuti petunjuk yang ada. Termasuk mengisi data yang diperlukan, seperti bukti bayar denda, hingga bukti surat tilang,” tambahnya.

Pembayaran denda tilang pun bisa dilakukan secara online atau melalui ATM dan bank. Setelah data yang diperlukan sudah terpenuhi, barang bukti tilang berupa SIM atau STNK, akan dikirim ke rumah maisng-masing.

Masyarakat pun bisa melakukan monitoring sejauh mana progres dari pengiriman barang bukti tilang. “Mereka bisa memonitoring dari awal proses permohonan, pembayaran hingga sampai mana barang bukti tilang tersebut,” tandasnya.

Edy menambahkan, aplikasi Talang Tantri ini, menjadi salah satu upaya Kejari Kota Semarang dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Hal ini sesuai dengan Peraturan Menpan RB, tentang pedoman pembangunan zona integritas, menuju wilayah bebas korupsi (WBK) dan wilayah birokrasi bersih melayani (WBBM).

Lihat juga...