Lebaran CDN

Kesediaan Daging Ayam Secara Nasional Masih Aman

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

Musdalifah Machmud, saat memaparkan stabilitas perunggasan, pada webinar tentang Peternakan dan Masalah Pakan di Jakarta yang diikuti Cendana News, Senin (26/4/2021). foto: Sri Sugiarti.

JAKARTA — Kesediaan daging ayam di Indonesia sangat mencukupi bahkan surplus. Untuk Mei, bertepatan dengan perayaan Idul Fitri 1442 Hijriyah, potensi ketersediaan daging ayam ras sebanyak 341.259 ton.

Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Pertanian, Kementerian Koordinator Perekonomian, Musdalifah Machmud menegaskan, situasi perdagangan dunia yang semakin bebas harus segera ditangani.

Salah satunya, kata dia, pihaknya terus berupaya mengatasi sengketa dengan konsultasi dengan Badan Perdagangan Dunia (WTO) untuk menjaga supaya ayam dari negara Brazil tidak masuk ke Indonesia.

“Karena produksi ayam baik broiler maupun layer di Indonesia sangat mencukupi bahkan surplus,” ujar Musdhalifah pada webinar tentang Peternakan dan Masalah Pakan di Jakarta yang diikuti Cendana News, Senin (26/4/2021).

Sehingga kata dia, jika pasokan impor ayam masuk, ini dapat dipastikan akan menganggu stabilitas industri perunggasan dalam negeri. Karena persaingan yang ketat dalam memperebutkan pasar.

“Kita ini telah swasembada ayam dan tidak pernah impor. Kalau kita buka kran ayam Brazil, ya habis peternak kita,” tukasnya.

Upaya penjegalan masuknya impor daging ayam Brazil ke Indonesia, tentu menurutnya, efisiensi produksi harus terus dilakukan oleh industri unggas di dalam negeri.

Bahkan tambah dia, pembaruan sistem-sistem peternakan, seperti kandang tertutup perlu terus dilakukan untuk menghasilkan produksi yang lebih besar.

“Namun tentu dengan biaya produksi yang lebih hemat,” imbuhnya.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Dirjen PKH Kementan), Nasrullah menambahkan, stok ayam secara nasional masih aman. Dimana
kesediaan daging ayam ras di bulan April 2021 cukup untuk memenuhi kebutuhan selama bulan puasa dan lebaran Idul Fitri.

“Potensi ketersediaan daging ayam ras bulan April sebanyak 336.311 ton. Untuk kebutuhan daging ayam ras bulan April sebanyak 266.536 ton. Ini menunjukan adanya potensi surplus sebanyak 69.775 ton,” ungkap Nasrullah, pada acara yang sama.

Adapun untuk ketersediaan telur ayam ras pada April menurutnya, juga cukup untuk memenuhi kebutuhan selama bulan puasa dan lebaran.

Dimana potensi ketersediaan telur ayam ras pada bulan April 2021 sebanyak 441.996 ton. Sedangkan kebutuhannnya sebanyak 438.064 ton dengan akumulasi potensi surplus sebanyak 3.932 ton.

Lebih lanjut dia menjelaskan, untuk bulan Mei bertepatan dengan perayaan lebaran, potensi ketersediaan daging ayam ras sebanyak 341.259 ton.

Sedangkan kebutuhan daging ayam ras bulan Mei dikalkulasikan sebanyak 288.237 ton yang memiliki potensi surplus sebanyak 53.122 ton.

Terkait kesediaan telur ayam ras pada bulan Mei 2021, diperkirakan akan mengalami defisit. Yakni kata dia, bulan Mei ini ketersediaan telur ayam hanya mencapai 454.540 ton.

Sedangkan kebutuhannya sebanyak 478.320 ton dengan total selisih defisit sebesar 23.789 ton.

Maka itu, pihaknya menyarankan agar peternak ayam meningkatkan produktivitas telur harian dan memperpanjang masa akhir sampai umur 95 minggu.

Lihat juga...