Konsumsi Ikan, Salah Satu Cara Cegah Stunting

Redaktur: Muhsin Efri Yanto

MAUMERE — Luas wilayah maritim Sikka 118.462 kilometer persegi atau 68,4 persen dari luas wilayah Kabupaten Sikka dan belum seluruhnya dimanfaatkan dengan baik, untuk meningkatkan pendapatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, NTT, Petrus Herlemus saat ditemui di aula Alma Maumere, Jumat (19/3/2021). Foto : Ebed de Rosary

Ikan merupakan salah satu sumber protein hewani yang memiliki beragam protein dan tergolong murah di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) sehingga dapat dikonsumsi untuk mencegah stunting.

“Mengkonsumsi ikan secara rutin setiap harinya dapat bermanfaat untuk mencegah stunting,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, NTT, Petrus Herlemus saat ditemui, Jumat (2/4/2021).

Ia menyebutkan, ikan memiliki peran penting sebagai sumber energi, protein dan variasi nutrien esensial yang menyumbang sekitar 20 persen dari total protein hewani.

Dia menambahkan, protein dari ikan merupakan komponen nutrisi yang penting bagi negara yang memiliki jumlah penduduk tinggi di mana kecukupan proteinnya berada pada level rendah atau kurang.

“Mengkonsumsi ikan sangat penting selama masa kehamilan dan dua tahun pertama kehidupan. Juga dapat membantu menurunkan resiko kematian akibat serangan jantung,” terangnya.

Selain itu kata Petrus, ikan memiliki kandungan asam lemak Omega 3 dan Docosahexaenoic acid (DHA).

Ikan merupakan sumber mikro nutrion seperti yodium, selenium, seng, besi, kalsium, fosfor dan kalium, dan juga vitamin seperti vitamin A dan vitamin D, dan beberapa vitamin dari vitamin B.

“Ikan baik untuk dikonsumsi ibu hamil serta bayi dan balita sehingga bila dikonsumsi secara rutin akan berdampak terhadap tumbuh kembang anak,” ucapnya.

Kepala Bappelitbang Kabupaten Sikka Konstantia T.Arankoja menjelaskan, angka konsumsi ikan merupakan tingkat konsumsi masyarakat terhadap komoditas ikan yang dikonversi dalam satuan kilogram per kapita per tahun (Kg/Kapita/Tahun).

Konstantia menjelaskan, konsumsi ikan di Kabupaten Sikka  2015 hingga 2019 terus mengalami peningkatan, dimana 2015 sebesar 34,50 kg/kapita/tahun,

“Tahun 2016 konsumsi ikan naik menjadi 46,30 kg/kapita/tahun dan pada tahun 2017 naik menjadi 49,17 kg/kapita/tahun,” paparnya.

Kontantia menambahkan, pada tahun 2018 konsumsi ikan naik menjadi 51,27 kg/kapita/tahun dan tahun 2019 naik menjadi 52,5 kg/kapita/tahun.

Lihat juga...