Koperasi Kartini Mandiri Lestari Pasarean Gulirkan Pinjaman Multiguna

Editor: Makmun Hidayat

BOGOR — Koperasi Kartini Mandiri Lestari yang merupakan koperasi binaan Yayasan Damandiri terus berupaya meningkatkan pemanfaatan unit usaha Modal Kita guna membantu perekonomian warga Desa Cerdas Mandiri Lestari (DCML) Pasarean Pamijahan Bogor, Jawa Barat. 

Selain memberikan akses permodalan bagi warga miskin atau kurang mampu lewat program pinjaman usaha mikro sejak akhir 2018, Koperasi Kartini Mandiri Lestari mulai pertengahan tahun 2020 lalu juga mulai menjalankan program pinjaman usaha multiguna.

Tak seperti pinjaman usaha mikro yang sepenuhnya bersumber dari gelontoran dana Yayasan Damandiri, pinjaman usaha multiguna ini bersumber dari guliran dana yang dimiliki koperasi serta investasi warga desa dengan sistem modal berjangka.

“Program pinjaman multiguna ini merupakan bentuk inovasi koperasi dalam mengembangkan unit usaha Modal Kita yang telah dibentuk dan didanai Yayasan Damandiri. Agar kita bisa mulai mandiri dan tidak tergantung sepenuhnya pada yayasan. Tujuannya agar penerima manfaat pinjaman modal usaha di Desa Pasarean ini juga semakin luas,” ujar Manajer Umum Koperasi Kartini Mandiri Lestari Pasarean Hamidah.

Manajer Umum Koperasi Kartini Mandiri Lestari Pasarea, Hamidah. -Foto: Jatmika H. Kusmargana/HO-Dok. Hamidah

Hamidah menjelaskan, dalam pinjaman multiguna ini akses modal tidak hanya dibatasi pada warga kurang mampu dari kalangan keluarga pra sejahtera maupun sejahtera 1 saja. Lebih dari itu warga dari kalangan keluarga mampu baik sejahtera 2, dan sejahtera 3 juga tetap bisa mengajukan pinjaman modal usaha multiguna ini.

“Jika pinjaman mikro tidak menggunakan agunan maka pinjaman multiguna ini memakai agunan. Tetapi plafon pinjaman multiguna ini lebih besar jika dibandingkan pinjaman mikro. Yakni mulai dari Rp5-10juta per anggota. Meski begitu, pencairan tidak kita berikan dalam bentuk uang. Melainkan dalam bentuk barang,” ungkapnya.

Selama kurang lebih 8 bulan berjalan, Hamidah menyebut hingga saat ini pinjaman multiguna ini telah mampu memberikan akses modal usaha bagi sekitar 150 warga. Yakni dengan besaran outstanding pinjaman sebesar Rp254juta dan omzet/perputaran sebesar Rp441juta. Sementara pendapatan koperasi dari pinjaman multiguna ini telah mencapai sebesar Rp22juta.

“Jika pada pinjaman mikro besaran bunga mencapai 18 persen, maka pada pinjaman multiguna ini bunganya mencapai 25 persen. Dengan rincian 6 persen untuk tim marketing, 5 persen untuk warga yang berinvestasi, dan sisanya untuk koperasi,” ungkapnya.

Hamidah berharap adanya pinjama multiguna ini bisa menjadi solusi bagi warga di DCML Pasarean dalam memajukan usahanya. Khususnya bagi warga yang telah memiliki usaha dan membutuhkan modal dalam jumlah besar. Selain itu adanya pinjaman multiguna ini juga dapat semakin mengembangkan unit usaha Modal Kita yang telah dirintis Yayasan Damandiri sejak 2018.

Lihat juga...